KENDARI –
**Borneonews - Wakatobi**, Tim SAR Gabungan berhasil melakukan evakuasi terhadap 73 penumpang kapal KM Nur Rezeki yang mengalami kerusakan mesin. Kapal tersebut berada di perairan Tanjung Sambano, Pulau Kaledupa, Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara. Kepala Basarnas Kendari, Aminuddin PS, menginformasikan bahwa pada pukul 12.34 WITA, pihaknya menerima laporan mengenai kapal tersebut yang sedang ditarik oleh KM Nur Hikmah. Kapal penyelamat ini berada sekitar 4,53 mil nautika ke arah timur dari lokasi terakhir KM Nur Rezeki. Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Pos SAR Wakatobi segera meluncur ke lokasi untuk mengawal kapal hingga mencapai Pelabuhan Fery Buranga di Kaledupa. Setibanya di titik evakuasi pada pukul 12.49 WITA, tim melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap semua penumpang. Aminuddin menjelaskan bahwa proses pencarian telah selesai dengan ditemukan dalam kondisi selamat. Operasi SAR terhadap KM Nur Rezeki yang mengalami mati mesin tersebut dinyatakan berhasil dan secara resmi ditutup. Semua unsur yang terlibat dalam operasi ini kemudian dikembalikan ke satuan masing-masing. Dalam operasi ini, beberapa pihak terlibat, di antaranya Staf Operasi Basarnas Kendari, Pos SAR Wakatobi, KUPP Wakatobi, Pos Angkatan Laut Wakatobi, ABK KM Nur Hikmah, Taman Nasional Wakatobi, serta masyarakat setempat yang memberikan dukungan. Sebelumnya, Pos SAR Wakatobi telah mengirimkan tim untuk mencari kapal penumpang KM Nur Rezeki setelah menerima laporan dari salah satu awak kapal pada pukul 10.40 WITA. Aminuddin juga menyebutkan bahwa pihaknya segera merespon laporan tersebut dengan mengirimkan Tim Penyelamat dari Pos SAR Wakatobi menggunakan perahu karet. Bantuan juga datang dari KUPP Wakatobi yang mengoperasikan kapal KNP 4008 untuk mendukung proses evakuasi dan memberikan pertolongan kepada para penumpang. "Dari Pos SAR Wakatobi, jarak ke lokasi yang dilaporkan mencapai sekitar 21 mil laut," tambahnya. Entusiasme tim SAR dan masyarakat setempat dalam membantu proses evakuasi ini menunjukkan kekompakan dan kepedulian yang tinggi terhadap keselamatan penumpang. ANTARA