JAKARTA –
**Borneonews - Banda Aceh**, Lifter asal Jawa Barat, Susi Susanti, berhasil menambah koleksi medali emasnya di Pekan Olahraga Nasional (PON) dengan mencatatkan hattrick di cabang *angkat berat*. Prestasi ini diraih setelah dia sukses mencatatkan total angkatan 462,5 kilogram pada kelas 52 kilogram putri di GOR Seramoe, Banda Aceh, pada hari Senin. Di ajang PON XXI Aceh-Sumatera Utara 2024, Susi menunjukkan performa gemilang. Dia telah meraih medali emas di kelas yang sama pada PON sebelumnya, yaitu PON Jawa Barat 2016 dan PON Papua 2021. Keberhasilan ini menegaskan statusnya sebagai salah satu lifter terkuat di Indonesia. Dalam setiap kategori angkatan, Susi menunjukkan hasil yang mengesankan. Pada angkatan squat, dia mencatat beban terbaik sebanyak 182,5 kilogram. Sementara di angkatan bench press, beban terbaik yang diangkatnya adalah 125 kilogram. Di kategori deadlift, atlet berusia 31 tahun ini mencatat angkatan terbaik 155 kilogram. Saat ditemui usai Upacara Penghormatan Pemenang (UPP), Susi mengungkapkan bahwa target untuk meraih medali emas ditentukan oleh Pabersi (Perkumpulan Angkat Berat Seluruh Indonesia) serta dirinya sendiri. "Jadi ya sebisa-bisa, kudu bisa, kalau kata orang Sunda mah," ungkap Susi mengekspresikan komitmennya. Di kelas yang sama, medali perak diraih oleh lifter asal Jawa Tengah, Sabrina, yang mencatat total angkatan 387,5 kilogram. Sabrina memiliki catatan angkatan squat terbaik dengan beban 155 kilogram, angkatan bench press 72,5 kilogram, dan deadlift 160 kilogram. Sementara itu, medali perunggu berhasil direbut oleh Radhwa Raihanah, seorang lifter muda asal Aceh berusia 14 tahun. Dia mencatat total angkatan 370 kilogram, dengan beban terbaik di squat 155 kilogram, bench press 80 kilogram, serta deadlift 135 kilogram. Dalam kejuaraan angkat berat kelas 52 kilogram putri ini, enam lifter berkompetisi memperebutkan medali. Sayangnya, tiga dari mereka tidak berhasil meraih medali. Melda Aulia Ali dari Jambi mencatat total angkatan 355 kilogram, Dwi Iniar dari Banten dengan total 325 kilogram, dan Upik Dian Praja dari Sulawesi Tengah yang hanya mampu mengangkat 290 kilogram. ANTARA