**Borneonews - Jakarta**, Pengamat militer yang juga merupakan *Co-Founder Institute for Security and Strategic Studies* (ISESS), Khairul Fahmi, mengemukakan adanya dua pendekatan yang bisa diterapkan oleh TNI dalam proses rekrutmen untuk Angkatan Siber. Menurut Fahmi, pendekatan tersebut bisa dilakukan baik melalui jalur rekrutmen prajurit maupun jalur rekrutmen bagi masyarakat sipil setara dengan pendidikan SMA dan Sarjana.
Fahmi menjelaskan bahwa rekrutmen untuk prajurit dapat dilakukan dengan menyeleksi anggota TNI yang masih aktif. Selanjutnya, mereka akan diberikan kesempatan untuk mengikuti pendidikan militer yang khusus difokuskan pada bidang siber di berbagai jenjang, termasuk perwira, bintara, dan tamtama. Dengan cara ini, TNI dapat menghasilkan prajurit yang berkualifikasi dalam aspek siber yang semakin penting.
Di sisi lain, metode kedua adalah merekrut individu dari masyarakat sipil yang memiliki latar belakang pengetahuan di bidang teknologi informasi. Calon yang diambil dalam jalur ini harus memiliki pendidikan formal setara dengan SMA atau Sarjana. Proses seleksi ini akan dilakukan melalui jalur penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).
Fahmi menyatakan bahwa dengan pendekatan ini, personel sipil dapat terlibat dalam bidang teknis di Angkatan Siber, tetapi tetap berada di bawah komando militer. Hal ini penting mengingat Angkatan Siber merupakan bagian integral dari TNI dengan prajurit sebagai kekuatan utama.
Setelah melewati proses rekrutmen, mereka yang berlatar belakang pendidikan di bidang siber wajib mengikuti pelatihan yang memadai. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam melindungi data strategis pemerintah dari ancaman serangan siber yang mungkin berasal dari negara lain.
Fahmi menegaskan bahwa penggunaan kedua metode rekrutmen ini secara bersamaan tidak akan merugikan TNI. Ia percaya bahwa dengan kedua pendekatan ini, Angkatan Siber yang sedang dalam proses pembentukan akan dipenuhi oleh sumber daya manusia yang memiliki kualitas dan kompetensi yang dibutuhkan dalam bidang pertahanan siber.
Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto telah menyatakan bahwa pihaknya menerima perintah dari Presiden Joko Widodo untuk membentuk Angkatan Siber sebagai matra keempat dalam struktur organisasi TNI. Dalam pernyataannya, Agus mengungkapkan, "Saya sudah diperintah Pak Presiden, kemarin dalam pidato di MPR, untuk membuat TNI Angkatan Siber."
Menurut Agus, satuan siber yang akan dibentuk akan berbeda dari satuan-satuan lainnya dalam TNI, karena akan banyak diisi oleh personel yang berasal dari masyarakat sipil. Ia menambahkan bahwa rekrutmen untuk satuan ini akan lebih ditekankan pada penguasaan keahlian yang relevan dengan bidang siber.
ANTARA
Dua Metode Rekrutmen TNI untuk Angkatan Siber yang Efektif
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
LDII Kalteng Tekankan Gotong Royong untuk Penanganan Karhutla
Agustiar Sabran Ajak Tokoh Lintas Agama Perkuat Persatuan Hadapi Karhutla
Bupati Kobar Bermalam di TNTP, Tinjau Pemadaman Karhutla dan Kebutuhan Relawan
Adyos/Yayang Sabet Perunggu para Tenis Meja Ganda Putra Kelas MD8
PLN Berencana Sewa PLTD 20 MW Selama Lima Tahun di Kapuas
Polres Bartim Ajak Masyarakat Peduli Lingkungan Lewat Green Policing di Pasar
Komentar (0)
Memuat komentar…







