SURABAYA –
**Borneonews - Kediri** Pemerintah Kabupaten Kediri di Jawa Timur sedang melakukan upaya untuk meningkatkan layanan kesehatan di puskesmas. Langkah ini diambil agar masyarakat yang membutuhkan akses layanan kesehatan dapat terlayani dengan baik dan efisien. Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah melakukan evaluasi terhadap pelayanan kesehatan di puskesmas. Melalui evaluasi tersebut, diharapkan dapat diketahui kinerja tenaga kesehatan dan kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat. "Pemerintah memiliki kewajiban untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Jika ada tenaga kesehatan yang kurang ramah dalam memberikan pelayanan, kami akan melakukan evaluasi," ujar Bupati Kediri dalam sebuah dialog di Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri. Dalam kesempatan itu, Bupati mendengarkan langsung aduan dari masyarakat terkait kualitas pelayanan puskesmas yang masih dianggap mengecewakan. Ia menerima laporan dari perangkat RT mengenai kendala yang dihadapi warga dalam mendapatkan fasilitas rujukan ke rumah sakit. Seringkali, perangkat desa merasa kesulitan untuk membantu warganya yang memerlukan surat rujukan. Hal ini terjadi karena keluarga pasien tidak hadir saat dibutuhkan. Padahal, surat rujukan tersebut sangat penting untuk pengobatan bagi pasien yang sakit. Bupati menyesalkan kurangnya tindakan dari petugas puskesmas yang seharusnya mengunjungi rumah-rumah warga yang memerlukan perhatian medis, guna memastikan bahwa surat rujukan digunakan dengan baik. Menanggapi aduan-aduan ini, Hanindhito mengarahkan koordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan bahwa layanan di puskesmas ditingkatkan dan diperbaiki, agar masyarakat dapat lebih mudah mendapatkan surat rujukan untuk pengobatan. "Kami akan melakukan evaluasi lebih lanjut," tegasnya. Sebelumnya, Bupati juga menerima laporan berbagai masalah terkait pelayanan puskesmas, baik melalui aplikasi *Halo Mas Bup* maupun media sosial. Laporan tersebut meliputi berbagai jenis keluhan dari masyarakat. Di Kabupaten Kediri sendiri, terdapat 37 puskesmas yang tersebar di berbagai lokasi. Dari jumlah tersebut, 10 puskesmas sedang menjalani rehabilitasi pada tahun 2023, karena bangunan-bangunan tersebut sudah dianggap tidak layak. Bupati menekankan bahwa rehabilitasi puskesmas adalah bagian dari upaya untuk menjaga kualitas fasilitas kesehatan yang berfungsi sebagai layanan kesehatan dasar. Selain kebutuhan rehabilitasi fisik, Bupati juga meminta agar petugas puskesmas memberikan pelayanan yang ramah, karena sikap tersebut merupakan faktor penting yang mempengaruhi keinginan masyarakat untuk berkunjung ke puskesmas. Salah satu warga dari Desa Ringinsari, Kecamatan Kandat, Hadi Wiyono, mengungkapkan kesulitan dalam mendapatkan surat rujukan bagi warganya. Hadi menjelaskan bahwa ada kasus di mana warganya membutuhkan surat rujukan, tetapi keluarga yang sakit tidak dapat hadir ke puskesmas. "Untuk mendapatkan surat rujukan itu sangat sulit," keluh Hadi. Ia menambahkan bahwa petugas puskesmas mengatakan jika pasien tidak dirawat secara langsung, maka mereka tidak dapat memberikan surat rujukan tersebut. Dengan adanya perhatian dari pemerintah daerah terhadap masalah ini, diharapkan proses pelayanan di puskesmas dapat meningkat dan memenuhi kebutuhan masyarakat dengan lebih baik. ANTARA