JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Analis komunikasi politik, Hendri Satrio, atau yang akrab disapa Hensat, mengemukakan pendapatnya mengenai pertemuan yang direncanakan antara Ketua Umum Partai Gerindra dan Presiden Terpilih, Prabowo Subianto, serta Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri. Hensat menilai, pertemuan ini berpotensi membawa banyak kebaikan bagi bangsa Indonesia. Hensat menyatakan bahwa, "Pertemuan antara Megawati dan Prabowo adalah sebuah momen yang sangat berarti. Dengan keduanya merupakan pemenang dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg), ini bisa menjadi langkah untuk membawa perbaikan yang signifikan bagi Indonesia." Hal ini tentu berkaitan dengan kondisi politik nasional yang belakangan ini dipenuhi dengan ketegangan. Lebih lanjut, Hensat menjelaskan bahwa pertemuan tersebut dapat dilihat sebagai simbol berakhirnya perseteruan yang terjadi antara PDI Perjuangan dan Koalisi Indonesia Maju (KIM) selama masa Pemilu 2024. Dia juga menambahkan bahwa jika kedua tokoh mampu saling memahami pentingnya kolaborasi, maka kerjasama ini dapat menjadi bahu-membahu untuk kemajuan negara. Namun, Hensat memberikan catatan bahwa tidak ada jaminan PDI Perjuangan akan bergabung dalam koalisi besar. Kemungkinan bagi partai tersebut untuk tetap menjalin kerjasama, meskipun dari luar kekuasaan, tetap terbuka. Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, mengungkapkan harapannya bahwa Megawati dan Prabowo akan segera mengadakan pertemuan sebelum pelantikan pemerintahan Prabowo-Gibran pada tanggal 20 Oktober 2024. "InSya-Allah akan terjadi. Mudah-mudahan sebelum pelantikan," ungkap Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta. Namun, Muzani memilih untuk tidak menjelaskan secara spesifik waktu pertemuan tersebut. Dia hanya menegaskan, "Pokoknya InSya-Allah akan terjadi sebelum pelantikan." Muzani juga menambahkan bahwa Prabowo dan Megawati telah saling menyampaikan salam satu sama lain. "Bu Mega menyampaikan salam hormat untuk Pak Prabowo, dan Pak Prabowo pun mengirimkan salam hormat untuk Bu Mega," jelasnya. Terkait makna dari pertukaran salam tersebut, Muzani memberikan jawaban yang diplomatis. Dia menjelaskan bahwa salam merupakan bentuk penghormatan dan doa untuk kebahagiaan orang yang dituju. "Saling mendoakan dan mengharapkan di antara para pemimpin bangsa adalah hal yang baik, yang seharusnya menjadi tradisi dalam bersilaturahmi," tuturnya. ANTARA