JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Pengamat politik Hendri Satrio berpendapat bahwa Indonesia berpotensi untuk mencapai kemajuan yang signifikan jika pertemuan antara Presiden terpilih Prabowo Subianto dan Presiden kelima, Megawati Soekarnoputri, dapat segera dilaksanakan. Pertemuan ini, kabarnya, akan berlangsung dalam waktu dekat. Keduanya merupakan tokoh penting yang berhasil meraih kemenangan dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) dan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024. Prabowo, selaku Ketua Umum Partai Gerindra, berhasil memenangkan Pilpres, sedangkan Megawati, yang juga Ketua Umum PDI Perjuangan, sukses dalam Pileg. Hendri Satrio, yang akrab disapa Hensat, menyatakan bahwa apabila Megawati dan Prabowo dapat bertemu, ini akan menjadi sebuah momen yang luar biasa. Keduanya, yang berdiri sebagai pemenang, memiliki potensi untuk membawa perubahan positif bagi Indonesia. Dia menambahkan bahwa harapan masyarakat tertuju agar Prabowo bisa memimpin Indonesia menuju arah yang lebih bijaksana dan demokratis. Dalam pandangannya, kolaborasi antara kedua pemimpin tersebut dapat membuka jalan menuju kemajuan yang lebih baik bagi bangsa. Namun, Hensat juga menekankan bahwa meskipun pertemuan ini penting, bukan berarti hal tersebut mengindikasikan bahwa PDI Perjuangan akan bergabung dengan pemerintahan. Sebagai catatan, dia mengingatkan bahwa situasi serupa pernah terjadi pada masa kepemimpinan Presiden keenam, Susilo Bambang Yudhoyono. Saat itu, meskipun PDI Perjuangan berada di luar pemerintahan, mereka tetap memberikan masukan-masukan yang konstruktif tanpa kehilangan keterhubungan dengan pemerintah. Sebelumnya, ketua DPP PDI Perjuangan, Puan Maharani, mengonfirmasi adanya rencana untuk pertemuan antara Megawati dan Prabowo sebelum pelantikan yang dijadwalkan pada 20 Oktober 2024. Puan menyatakan, "Ya, akan, insyaallah," ketika ditanya mengenai hal tersebut di kompleks parlemen Senayan, Jakarta. Sekretaris Jenderal Partai Gerindra, Ahmad Muzani, turut mendukung pernyataan tersebut. Dia meyakinkan bahwa pertemuan antara Megawati dan Prabowo akan berlangsung sebelum pelantikan pemenang Pilpres 2024 sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia untuk periode 2024-2029. "Insyaallah akan terjadi. Mudah-mudahan sebelum pelantikan," ujarnya di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta. ANTARA