JAKARTA –
**Borneonews - Gaza, Palestina**, Enam warga Palestina, yang terdiri dari dua anak-anak dan seorang wanita, kehilangan nyawa dalam serangan udara yang dilancarkan oleh jet tempur Israel pada malam Minggu, tanggal 15 September. Serangan tersebut menghancurkan sebuah rumah di Kota Gaza. Menurut pernyataan dari Badan Pertahanan Sipil Gaza melalui platform *Telegram*, serangan itu secara khusus menargetkan satu rumah yang terletak di daerah Shamm'a. Informasi dari saksi mata yang dilaporkan oleh Anadolu mengungkapkan bahwa jet tempur Israel menjatuhkan bom tepat di rumah keluarga Basil. Akibatnya, rumah tersebut rusak parah, disertai kerusakan di bangunan-bangunan di sekitarnya. Serangan yang dilakukan oleh Israel ke wilayah Gaza tidak menunjukkan tanda-tanda akan berhenti, meskipun telah disampaikan resolusi dari Dewan Keamanan PBB yang mendesak pelaksanaan gencatan senjata secepatnya. Sejak terjadinya serangan lintas batas oleh kelompok Hamas pada bulan Oktober tahun lalu, situasi keamanan di Gaza semakin memburuk. Data yang dirilis oleh otoritas kesehatan setempat mencatat lebih dari 41.200 jiwa, kebanyakan adalah wanita dan anak-anak, telah tewas akibat aksi kekerasan tersebut. Selain itu, lebih dari 95.300 orang lainnya mengalami luka-luka. Kondisi di Gaza kian mengkhawatirkan, dengan hampir seluruh populasi terpaksa mengungsi. Blokade yang diberlakukan oleh Israel berujung pada krisis meningkat yang membuat penduduk setempat kekurangan makanan, air bersih, dan obat-obatan. Di tengah situasi yang kritis ini, Israel menghadapi tuduhan pelanggaran hak asasi manusia dan genosida yang diajukan ke Mahkamah Internasional terkait tindakan militer yang dilakukan di Gaza. ANTARA