BANTEN –
**Borneonews - Tangerang**, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang di Banten mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko pohon tumbang yang mungkin terjadi saat memasuki musim hujan. Plt Kepala BPBD Kota Tangerang, Ubaidillah Ansar, mengungkapkan pentingnya kesadaran akan potensi bahaya saat curah hujan meningkat. "Perhatikan hujan dengan intensitas tinggi karena bisa memicu bencana banjir maupun pohon tumbang. Masyarakat perlu selalu waspada dan berhati-hati," tuturnya dalam pernyataan di Tangerang. Ubaidillah menyoroti bahwa kejadian pohon tumbang harus menjadi perhatian serius, khususnya saat masyarakat berkendara atau mencari tempat berteduh di bawah naungan pohon. Meskipun BPBD dan Bidang Pertamanan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sudah melakukan pemantauan terhadap pohon-pohon yang berpotensi tumbang, kewaspadaan tetap menjadi faktor utama yang harus diterapkan oleh masyarakat. Apabila terdapat kejadian pohon tumbang, masyarakat diminta untuk segera melaporkannya melalui pusat panggilan darurat 112 atau nomor hotline BPBD yang dapat dihubungi setiap saat di 021-5582-144. Sementara itu, berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim hujan di Indonesia akan mulai secara bertahap pada akhir September hingga awal Oktober 2024. Ubaidillah juga mengajak masyarakat untuk mempersiapkan diri dengan baik dalam menghadapi berbagai potensi bencana. Warga dapat mengajukan permohonan untuk mengikuti kegiatan edukasi mengenai penanganan bencana yang diselenggarakan oleh BPBD Kota Tangerang. Pelatihan terkait kebencanaan ini bisa diajukan melalui surat yang ditujukan langsung kepada BPBD Kota Tangerang atau melalui aplikasi Sistem Informasi Layanan Tangguh (SILANTANG). Lebih lanjut, masyarakat juga disarankan untuk menyiapkan tas siaga bencana guna memenuhi kebutuhan mendasar saat terjadi keadaan darurat sebelum bantuan datang. "Isi tas ini sebaiknya mencakup alat penerangan, makanan ringan yang tahan lama, uang tunai, masker dan hand sanitizer, dokumen penting, pakaian ganti untuk tiga hari, obat-obatan, perlengkapan P3K, serta perangkat seperti ponsel dan powerbank," imbuhnya. ANTARA