MAKASSAR –
**Borneonews - Makassar**, Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, berupaya mendorong Tana Toraja untuk menjadi ikon pariwisata berkelas dunia. Pada acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Tana Toraja yang ke-67 dan HUT Toraja yang ke-777, Jufri Rahman menekankan pentingnya warisan budaya daerah, seperti upacara *Rambu Solo*, *Ma’nene*, dan rumah adat *Tongkonan*. Ia menilai warisan tersebut bukan hanya simbol identitas masyarakat, tetapi juga mencerminkan komitmen kuat masyarakat Toraja dalam melestarikan tradisi yang telah berlangsung secara turun-temurun. Jufri menambahkan bahwa tradisi yang kaya akan nilai-nilai kehidupan dan keharmonisan tersebut membawa Toraja selangkah lebih maju sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan di Indonesia yang telah dikenal di tingkat global. Keindahan alam yang menakjubkan di kawasan ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Menurutnya, potensi pariwisata yang berskala internasional ini perlu dijaga dan dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Tana Toraja. Dia juga mengungkapkan bahwa penyediaan infrastruktur yang memadai, pengelolaan destinasi secara profesional, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia di sektor pariwisata merupakan hal krusial untuk memperkuat posisi Tana Toraja sebagai destinasi wisata unggulan dunia. Jufri Rahman melanjutkan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan pemerintah daerah setempat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur yang dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Tana Toraja. Dia menambahkan pentingnya pengembangan sektor pertanian dengan memperluas akses pasar, meningkatkan kualitas produk, serta menerapkan teknologi modern khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi pilar utama perekonomian nasional. Lebih jauh, dari sektor kerajinan tangan dan industri kreatif, potensi yang dimiliki oleh produk lokal, seperti kain tenun dan ukiran khas Toraja, sangat menjanjikan. Jufri menyatakan bahwa produk-produk tersebut memiliki nilai seni yang tinggi dan dapat bersaing di pasar internasional. Melalui peningkatan akses ke pasar serta inovasi dalam desain, produk-produk ini dapat menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan dan mendukung kegiatan ekspor. Dalam pertemuan tersebut, sejumlah pejabat pemprov Sulsel juga hadir mendampingi Jufri Rahman, termasuk Staf Ahli Erna Since Lamba, Kepala Pelaksana BPBD Sulsel Amson Padolo, Kepala Bidang Komunikasi dan Humas Diskominfo SP Sulsel, Fitra, serta beberapa pejabat lainnya. ANTARA