YOGYAKARTA –
**Borneonews - Gunungkidul**, Pemerintah Kabupaten Gunungkidul yang berada di Daerah Istimewa Yogyakarta baru saja meresmikan sebuah sumur bor yang berlokasi di Kelompok Taruna Tani Punokawan, Kalurahan Jeruksari. Sumur bor ini diharapkan dapat mengairi lahan pertanian seluas 15 hektare yang dikelola oleh para petani setempat. Bupati Gunungkidul, Sunaryanta, menjelaskan bahwa keberadaan sumur bor ini diharapkan dapat memaksimalkan penggunaan lahan yang tersedia. Dengan demikian, para petani dapat menanam berbagai jenis tanaman, termasuk *palawija* dan *hortikultura*. "Kami berharap kedua sumur bor yang diberikan melalui program CSR BDG bisa meningkatkan hasil pertanian, terutama di Kelompok Taruna Tani Punokawan. Dengan itu, kesejahteraan para petani bisa meningkat," ungkapnya. Lebih lanjut, Sunaryanta menekankan pentingnya dukungan fasilitas pertanian lainnya, seperti benih, pupuk, dan alat pertanian. Ia mendorong Kelompok Taruna Tani Punokawan untuk aktif berkomunikasi dengan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul demi maksimalnya bantuan yang diterima oleh para petani. Ia juga mengapresiasi semangat para petani yang tetap bertani meskipun berada di tengah kota Wonosari. "Saya kagum melihat hasil pertanian yang rata-rata cukup baik," tambahnya. Ketua Kelompok Taruna Tani Punokawan, Junaedi, menyampaikan rasa terima kasih kepada BDG Gunungkidul atas bantuan sumur bor yang telah diberikan kepada kelompok tani milenial tersebut. "Kami sangat berterima kasih karena dua titik sumur bor ini akan berguna bagi kami. Semoga kami bisa memanfaatkannya dengan optimal," ujarnya. Junaedi berharap bahwa keberadaan sumur bor dari BDG dapat membawa peningkatan kesejahteraan bagi para petani di Wonosari khususnya dan untuk semua anggota Kelompok Tani Punokawan secara umum. Ia menambahkan, "Kami bertekad untuk mengoptimalkan lahan kami dengan menanam *palawija* dan tanaman *hortikultura* untuk meningkatkan pendapatan kami ke depan." ANTARA