JAKARTA –
**Borneonews - Banda Aceh**, Lifter asal Lampung, Doni Meiyanto, meraih medali emas dalam kategori angkat berat kelas 66 kilogram putra pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang digelar di Aceh dan Sumatera Utara. Pertandingan berlangsung di GOR Seramoe, Banda Aceh, pada hari Senin. Doni Meiyanto, yang sebelumnya hanya mampu membawa pulang medali perunggu di PON XX Papua pada tahun 2021, berhasil mencatatkan total angkatan mencapai 740 kilogram. Dalam rincian angkatannya, ia mencatatkan angkatan terbaik pada kategori *squat* dengan berat 290 kilogram, *bench press* 160 kilogram, dan *deadlift* juga pada 290 kilogram. “Saya bersyukur atas pencapaian ini dan bisa memberikan yang terbaik untuk masyarakat Lampung,” ungkap Doni saat ditemui usai acara. Ia menambahkan, “Ya, targetnya adalah membawa pulang medali. Namun, saya tidak menentukan akan mendapatkan medali apa, yang terpenting adalah mampu menampilkan performa terbaik.” Posisi kedua dalam kompetisi ini ditempati oleh lifter dari Riau, Yanuarinus Sihura, yang berhak memperoleh medali perak. Yanuar mencatatkan total angkatan 730 kilogram, dengan rincian angkatan squat terbaik 300 kilogram, angkatan bench press terbaik 180 kilogram, serta angkatan deadlift terbaik 250 kilogram. Sementara itu, medali perunggu berhasil diraih oleh Dadang Nur Iwan, atlet dari Jawa Barat. Dadang mencatatkan total angkatan sebesar 727,5 kilogram, dengan rincian 292 kilogram untuk *squat*, 205 kilogram untuk *bench press*, dan 230 kilogram untuk *deadlift*. Kompetisi angkat berat kelas 66 kilogramputra di PON Aceh-Sumut ini diikuti oleh tujuh lifter. Selain ketiga pemenang medali, terdapat empat atlet lain yaitu Adut dari Kalimantan Timur, Alfian Sakti Pamungkas dari Bali, Muhammad Iskandar dari Jambi, dan Faebolo Dodo Gowasa yang berasal dari Sumatera Utara. Pertandingan cabang angkat berat baru dimulai pada hari ini dan dijadwalkan berlangsung hingga hari Jumat, 20 September 2024 mendatang. ANTARA