JAYAPURA –
**Borneonews - Jayapura**, Pengembangan komoditas unggulan di Provinsi Papua memerlukan kolaborasi yang solid antara berbagai pihak. Hal ini disampaikan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) di wilayah tersebut, yang menekankan pentingnya sinergi mulai dari tingkat pusat hingga daerah, guna mencapai keberlanjutan ekonomi yang diharapkan. Dalam sebuah pernyataan di Jayapura, Deputi KPw BI Provinsi Papua, Thomy Andrias, menegaskan bahwa sinergi di antara berbagai lembaga sangat krusial, terutama yang berkaitan dengan pengembangan ekonomi yang berkelanjutan. Ia menyebutkan, salah satu contoh nyata adalah Kampung Bring yang berada di Distrik Kemtuk, Kabupaten Jayapura, yang memiliki potensi besar dalam budidaya kakao. Thomy menambahkan, BI mendukung penuh pengembangan komoditas unggulan di Tanah Papua. Langkah ini bertujuan untuk menciptakan sumber pendapatan baru bagi provinsi tersebut yang kaya akan sumber daya alam. Ia mengungkapkan bahwa saat ini terdapat potensi untuk mengembangkan cokelat di Kabupaten Jayapura. Namun, perlu dilakukan pengkajian lebih mendalam untuk menentukan langkah-langkah yang tepat dalam pengembangan tersebut. Dalam penjelasannya, ia menegaskan bahwa analisis potensi komoditas harus dilakukan secara menyeluruh, dari hulu hingga hilir, agar ekonomi yang berkelanjutan dapat terwujud. Dengan adanya kerjasama yang baik dari sektor perbankan, pemerintah, dan lembaga lain, potensi komoditas unggulan dapat direalisasikan dan produksinya dapat ditingkatkan. Sementara itu, Penjabat Gubernur Papua, Ramses Limbong, mengharapkan agar Bank Indonesia terus berperan aktif dalam mendukung program pembangunan yang dijalankan oleh pemerintah provinsi. Ia menekankan pentingnya kelanjutan kerjasama yang telah terjalin, khususnya dalam pengembangan komoditas unggulan yang dimiliki Papua. ANTARA