JAKARTA –
**Borneonews - Banda Aceh**, Duet atlet layar dari Kalimantan Timur, Sarmila dan Cintia Laura, mencatatkan prestasi gemilang dengan berhasil meraih medali emas pada nomor *international 420* putri dalam ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang diselenggarakan di Aceh-Sumatera Utara. Kemenangan tersebut diraih di Pantai Gampong Jawa, Banda Aceh, pada hari Senin setelah sukses mengatasi tantangan yang muncul saat balapan perdana. Cintia Laura mengungkapkan bahwa pada balapan pertama yang berlangsung pada hari Sabtu, 14 September, layar yang digunakan oleh mereka mengalami masalah teknis dan terbalik. Meski menghadapi kesulitan tersebut, mereka tidak menyerah dan bertekad untuk segera bangkit. Cintia menyatakan, "Pada hari pertama ada kesalahan, layar saya terbalik. Namun, hari kedua saya berhasil mengejar ketertinggalan dan Alhamdulillah, saya bisa meraih posisi pertama." Insiden terbaliknya layar menyebabkan tim mereka tidak mampu menyelesaikan balapan pertama. Namun, dalam lima balapan berikutnya, Sarmila dan Cintia berhasil menunjukkan performa yang luar biasa, dengan mencatatkan tiga kali finis di posisi terdepan. Akhirnya, tim yang dikenal sebagai "Benua Etam" sukses menyelesaikan rangkaian perlombaan dengan total nilai bersih tujuh poin dari enam balapan yang mereka ikuti. Sementara itu, medali perak jatuh ke tangan pasangan atlet dari Sulawesi Selatan, Shabrina dan Naesya, setelah mengumpulkan nilai bersih 10 poin. Mereka sebelumnya sempat memimpin di awal perlombaan dan berhasil finis di posisi teratas pada dua balapan pertama. Medali perunggu diraih oleh wakil dari Kalimantan Utara, Riska dan Niken, yang menuntaskan perlombaan dengan nilai bersih 13 poin. Rangkaian perlombaan cabang olahraga layar dalam PON XXI dijadwalkan melanjutkan sejumlah balapan pada hari Senin di Pantai Gampong Jawa. Namun, kondisi cuaca yang tidak mendukung, dengan potensi hujan dan angin kencang, memaksa panitia untuk membatalkan pertandingan. Sekitar pukul 12.25 WIB, atlet yang telah bersiap di dekat titik start diminta untuk kembali ke pantai. Menurut Humphrey Sinyal, petugas teknis cabang olahraga layar PON XXI, radar yang digunakan oleh panitia menunjukkan adanya cuaca buruk dengan angin yang semakin kencang. Hal ini membuat pemangku keputusan merasa khawatir akan keselamatan para atlet, sehingga diputuskan untuk tidak melanjutkan balapan pada hari itu. "Radar kami di atas kapal menunjukkan bahwa hujan dan angin semakin kencang, dan kami khawatir akan risiko berlayar bagi para atlet," terang Humphrey, sambil menunjukkan ke arah laut di tempat dimulainya perlombaan. ANTARA