PULANG PISAU –

BORNEONEWS, Pulang Pisau - Penjabat Bupati Kabupaten Pulang Pisau, Nunu Andriani menyampaikan, data yang tersaji, baik itu melalui Badan Pusat Statistik maupun Kementerian teknis lainnya, tidak akurat.

Menurut Nunu, pengambilan data tidak dilakukan secara menyeluruh, tetapi secara acak dalam bentuk sampel.

"Oleh karena itu, kami juga berharap dasawisma tolong diaktifkan kembali, karena dari sanalah mendapatkan data yang benar-benar nantinya, data yang real di lapangan," kata Nunu, Senin, 16 September 2024.

Untuk memiliki data yang tepat, lanjut Nunu, perlu melakukan intervensi yang paling tepat ke akar rumput, tingkat kelurahan, desa, RW, RT.

Adanya dasawisma, jelas Nunu, memudahkan verifikasi dan falidasi data per desa. Dari data dasawisma itulah, nantinya mengetahui data yang sebenarnya.

--page

"Bisa mengetahui dengan benar keluarga resiko stunting, keluarga penerima manfaat, keluarga penerima harapan, yang bisa menerima intervensi, tepat sasaran, efektif, efisien dan program ini benar-benar dirasakan manfaatnya dan berdampak untuk masyarakat," ujar Nunu. (RETHA/Y)