PADANG –
**Borneonews - Bukittinggi**, Pemerintah Kota Bukittinggi, yang terletak di Sumatera Barat, baru-baru ini melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan telah melaksanakan penyerahan insentif bagi sebanyak 1.030 guru yang berstatus non-pegawai negeri sipil (non-PNS). Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, pada kesempatan tersebut menyatakan bahwa sektor pendidikan memiliki peran yang sangat krusial dalam menjaga kesinambungan pembangunan di dalam negara, mencakup baik pendidikan formal maupun nonformal. Erman menjelaskan, "Insentif yang diberikan kepada guru non-PNS ini merupakan wujud dari kepedulian dan komitmen Pemerintah Kota Bukittinggi dalam meningkatkan kesejahteraan para pendidik non-PNS," ujarnya. Di samping itu, penyerahan insentif ini juga bertujuan untuk mendorong semangat para guru agar lebih aktif dalam kemajuan pendidikan di Kota Bukittinggi. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bukittinggi, Herriman, mencatat bahwa penyerahan insentif kepada guru non-PNS ini merupakan hak mereka pada triwulan III tahun 2024. Insentif yang diberikan berjumlah Rp600 ribu per bulan untuk setiap guru, yang akan disalurkan untuk periode tiga bulan sekaligus. Dengan demikian, bantuan ini mencakup 1.030 guru non-PNS yang terdaftar, yang bertugas di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat. "Hari ini kami melakukan pembayaran insentif untuk bulan Juni hingga Agustus tahun 2024, dengan total keseluruhan mencapai Rp1,8 juta yang akan disalurkan langsung ke rekening masing-masing guru," tutup Herriman. ANTARA