**Borneonews - Depok**, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) sedang menjalani proses transformasi yang bertujuan untuk terus meningkatkan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen FEB UI untuk menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas serta mampu berkontribusi untuk kemajuan bangsa.
Teguh Dartanto, seorang ekonom dari FEB UI, menegaskan pentingnya transformasi yang dilakukan. Salah satu fokus utama dari transformasi ini adalah mencapai akreditasi internasional yang diakui di kancah global. Pada tahun 2022, FEB UI berhasil memperbarui akreditasi dari *Association of MBAs* (AMBA) untuk program Magister Manajemen (MM). Selain itu, FEB UI juga berhasil mendapat akreditasi dari *Association to Advance Collegiate Schools of Business* (AACSB), yang dikenal sebagai salah satu penilaian paling bergengsi di bidang sekolah bisnis. Akreditasi ini menjadikan FEB UI sebagai institusi pendidikan yang mencapai 'Double Crown', karena memperoleh pengakuan dari dua lembaga akreditasi internasional tersebut.
Saat ini, FEB UI tengah berupaya untuk meraih akreditasi terakhir, yaitu EQUIS, dengan harapan dapat bergabung dalam kelompok 1 persen sekolah bisnis di dunia yang memiliki *triple crown accreditation*. Teguh menambahkan bahwa proses transformasi yang dilakukan melalui akreditasi ini akan mendorong peningkatan kualitas yang berkelanjutan. Baginya, proses akreditasi bukan hanya sekadar formalitas, tetapi juga bagian penting dari pembangunan reputasi sekolah.
Sistem akreditasi berperan dalam mendorong pengelolaan pendidikan yang terstandarisasi. Tanpa adanya dorongan dari badan akreditasi, proses transformasi dalam pendidikan bisa berjalan lambat. Seiring dengan upaya tersebut, FEB UI berhasil mencatatkan kemajuan dalam peringkat yang diperoleh di *QS World University Rankings* (QS WUR) 2024. Akuntansi dan Manajemen meraih peningkatan peringkat yang signifikan, dari 201-250 menjadi 151-200. Begitu pula dengan bidang Ekonomi dan Ekonometrika, yang mengalami kemajuan dari 251-300 ke 151-200. Sementara itu, bidang Akuntansi dan Keuangan tetap menunjukkan prestasi unggul di peringkat 101-150.
Teguh menjelaskan bahwa pengakuan ini merupakan hasil dari transformasi yang terus dilakukan. Ia menyebutkan bahwa untuk meraih prestasi semacam ini perlu ada usaha yang tak kenal henti dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Ia juga menggarisbawahi pentingnya dukungan dari pemerintah untuk mendorong pengembangan universitas agar dapat mencapai standar global.
Transformasi yang diupayakan oleh FEB UI tidak hanya berfokus pada akreditasi, tetapi juga meliputi perubahan dalam organisasi internal, termasuk pengembangan SDM. Proses ini membawa tantangan tersendiri, terutama pergeseran pola pikir dari paradigma *teaching university* ke *research university*, dan diharapkan dapat berkembang menjadi *entrepreneur university*. Teguh menegaskan bahwa akademisi kini dituntut untuk memiliki gelar doktor dan melakukan publikasi penelitian sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengajaran dan penelitian.
Melalui transformasi ini, FEB UI berkomitmen untuk mengubah citra universitas yang kadang dianggap sebagai 'menara gading'. FEB UI bertujuan untuk menghasilkan SDM yang unggul di bidang ekonomi dan bisnis, dengan karakteristik yang inklusif, relevan, dan memiliki reputasi baik. Hal ini diharapkan dapat mempersiapkan lulusan dan akademisi untuk menghadapi berbagai tantangan dalam masyarakat serta berkontribusi dalam pembangunan ekonomi nasional.
Dengan karakteristik yang telah disebutkan, FEB UI berupaya agar para lulusan mampu memberikan solusi efektif terhadap berbagai permasalahan serta menjunjung tinggi keberagaman dan integritas. Transformasi ini diharapkan dapat menciptakan dampak positif bagi industri, perumusan kebijakan, serta mengatasi isu-isu sosial yang dihadapi masyarakat dan pemerintah.
ANTARA
FEB UI Bertransformasi untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan Berkualitas dan Relevan
Bagikan:

BOGOR –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Dana Bantuan Penanganan Karhutla Diharapkan Tepat Sasaran dan Berdaya Guna
Gerindra Barito Timur Dorong Kader Perkuat Peran di Tengah Masyarakat
Kualitas Udara Memburuk, Ratusan Warga Pangkalan Bun Manfaatkan Rumah Oksigen KIM?
Kapuas Masuk Tiga Daerah di Kalteng yang Jalani Verifikasi Lapangan Evaluasi PUG
Angka Kecelakaan Naik 10,4 Persen, Polres Kapuas Gelar Operasi Patuh Telabang Selama Dua Pekan
Yuas Elko Minta Agen dan Pangkalan Elpiji 3 Kilogram di Kalteng Diawasi
Komentar (0)
Memuat komentar…







