**Borneonews - Jakarta**, Badan Karantina Indonesia (Barantin) telah mengambil langkah signifikan untuk meningkatkan kualitas tanaman herbal di tanah air melalui pemasangan kode pemindai atau *QR Code*. Langkah ini bertujuan untuk menjamin bahwa tanaman herbal yang beredar bebas dari hama dan penyakit, yang merupakan ancaman bagi masyarakat serta sektor pertanian nasional.
Kepala Barantin, Sahat M. Panggabean, menyampaikan bahwa pemasangan kode pemindai ini telah dilaksanakan, termasuk pada empat ribu bibit tanaman herbal yang terdapat di Taman Sains Teknologi Herbal dan Hortikultura (TSTH2) di Humbang Hasundutan, Sumatera Utara. Pemasangan kode tersebut merupakan bagian dari upaya untuk memastikan transparansi dan kemudahan dalam pemantauan kualitas tanaman herbal.
Kode pemindai menyimpan informasi penting terkait data karantina, yang meliputi informasi asal benih, proses karantina yang telah dijalani, serta status kesehatan dari setiap benih. Dengan adanya sistem ini, diharapkan dapat memberikan akses informasi yang lebih baik kepada pemangku kepentingan dan masyarakat mengenai kualitas tanaman yang ditawarkan.
Sahat M. Panggabean juga menegaskan bahwa setiap benih yang diterima di TSTH2 telah melewati proses karantina yang ketat. Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa benih tersebut benar-benar bebas dari hama dan penyakit yang dapat membahayakan sektor pertanian Indonesia.
Lebih dari empat ribu bibit tanaman yang dikarantina di TSTH2 berasal dari berbagai jenis tanaman, termasuk tanaman hortikultura, tanaman pangan, dan perkebunan, yang dikumpulkan dari 514 kabupaten dan kota di seluruh Indonesia. Ini menunjukkan upaya luas untuk melindungi dan meningkatkan keberagaman tanaman herbal yang ada.
TSTH2, yang terletak di kawasan hutan Humbang Hasundutan, merupakan salah satu Program Strategis Nasional yang ditujukan untuk mendorong pengembangan sektor herbal melalui inisiatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi. Selain berfungsi sebagai lokasi budidaya, TSTH2 juga diarahkan untuk melaksanakan penelitian dan pengembangan obat herbal dengan kualitas internasional, serta menjadi pusat penelitian dan sumber bibit unggul bagi pertanian nasional.
Sahat menambahkan, pihaknya akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memastikan bahwa setiap langkah yang diambil dalam pengembangkan TSTH2 selaras dengan standar yang telah ditetapkan. Ini merupakan komitmen Barantin dalam menjaga keberlanjutan dan kualitas sektor pertanian di Indonesia.
ANTARA
Barantin Pasang Kode Pemindai untuk Jamin Kualitas Tanaman Herbal
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Generasi Tua Dayak Tola' Keluhkan Bahasa Daerah yang Kian Menghilang
Tavares Soroti Penyelesaian Akhir Persebaya Usai Kalah dari PSM
Aliansi Masyarakat Kalteng Melawan Sampaikan Poin Tuntutan
DPKP Kotim Serahkan STD-B kepada Desa Bukit Indah, Data Pekebun Sawit Swadaya Diperkuat
Bobon Santoso Sajikan 3.000 Porsi Makanan untuk Petugas dan Warga Terdampak Karhutla di Tumbang Nusa
Jejak Kreativitas Penulis Kalteng Terabadikan dalam Buku Jejak Tutur di Punggung Aksara
Komentar (0)
Memuat komentar…







