PALU –
**Borneonews - Palu**, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Palu mengumumkan bahwa sebanyak 26 unit Bus Trans Palu akan segera tiba di Sulawesi Tengah. Bus-bus ini akan dioperasikan untuk melayani rute angkutan dalam kota. Pengiriman bus-bus tersebut dilakukan dari Surabaya melalui jalur transportasi laut. Diperkirakan, armada yang baru ini akan tiba di Pelabuhan Donggala pada hari Kamis, 18 September 2024, kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Palu, Trisno Yunianto, pada hari Minggu. Trisno juga menjelaskan bahwa Bus Trans Palu diangkut dengan kapal KM Dharma Kencana V. Setelah tiba di ibu kota Sulawesi Tengah, rencananya peluncuran bus ini akan dilakukan oleh Pemerintah Kota Palu pada tanggal 20 September 2024. Inisiatif Bus Trans Palu merupakan bagian dari upaya untuk mengembangkan moda transportasi di kota ini melalui layanan *Bus Rapid Transit* (*BRT*), dengan menggunakan skema *Buy The Service* (*BTS*). Program ini bertujuan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan bagi pengguna transportasi publik di Kota Palu. Angkutan umum ini akan beroperasi dengan tarif yang relatif terjangkau. Selain itu, kehadiran bus ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dalam mobilisasi masyarakat yang menggunakan angkutan darat, khususnya di area perkotaan. Sesuai dengan rencana yang ada, armada baru ini akan melayani empat koridor di wilayah Kota Palu. Dengan adanya program ini, diharapkan akan ada solusi transportasi yang lebih baik dan lebih hemat bagi masyarakat. Trisno juga menyampaikan bahwa dalam penyelenggaraan transportasi darat, khususnya untuk Bus Trans Palu, Pemerintah Kota hanya berfokus pada penyediaan fasilitas seperti halte dan rambu-rambu untuk keempat koridor tersebut. Pengelolaan transportasi sepenuhnya diserahkan kepada PT Bagong Transport, yang merupakan mitra Pemkot Palu. Melalui pengoperasian armada bus ini, diharapkan akan ada dampak positif terhadap mobilitas ekonomi daerah. Selain itu, diharapkan bisa mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi, sehingga dapat mengatasi masalah kemacetan dan polusi udara di Kota Palu. Trisno menambahkan bahwa Pemkot hanya akan membeli jasa angkutan penumpang, yang dihitung berdasarkan jarak tempuh. Saat ini, pemerintah daerah juga tengah melakukan pembicaraan mengenai tarif angkutan ini bersama pihak perusahaan terkait agar dapat disepakati bersama. Pada dasarnya, tarif transportasi yang akan dikenakan kepada pengguna akan tetap terjangkau. ANTARA