**Borneonews - Jakarta**, Guru Besar Ilmu Politik dari Universitas Andalas, Prof. Asrinaldi, memberikan prediksi mengenai pengisian posisi Sekretaris Kabinet setelah Pramono Anung. Ia menyatakan bahwa kemungkinan besar jabatan tersebut akan diisi oleh pejabat definitif.
Pernyataan ini disampaikan Prof. Asrinaldi setelah Presiden Joko Widodo mengangkat Saifullah Yusuf sebagai Menteri Sosial definitif. Langkah ini diambil menyusul pengunduran diri Tri Rismaharini yang memutuskan untuk ikut serta dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Jawa Timur.
Menurut Prof. Asrinaldi, terdapat beberapa alasan yang mendasari pengisian posisi Seskab dengan pejabat definitif. Namun, ia juga mencatat bahwa menjelang serah terima jabatan pada 20 Oktober 2024, tidak ada kegiatan penting yang perlu dilakukan oleh pejabat definitif tersebut.
"Sekarang ini, paling-paling yang bisa dilakukan hanya koordinasi dan evaluasi beberapa program. Mengingat bahwa pada 20 Oktober, mereka akan digantikan oleh pejabat baru," ujarnya.
Ia juga menyarankan agar posisi Seskab lebih baik diisi oleh pelaksana tugas daripada pejabat definitif yang dapat terlihat seolah-olah sekadar membagi kekuasaan.
"Jika hanya untuk pembagian kekuasaan, itu sangat tidak baik bagi pemerintahan ke depannya. Karena pekerjaan yang dilakukan dalam waktu kurang dari satu bulan ini tidak akan memberikan dampak signifikan," tegasnya.
Meskipun begitu, ia menekankan bahwa keputusan akhir mengenai pengisian jabatan tersebut sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden Jokowi.
Sebelumnya, Koordinator Staf Khusus Presiden, Ari Dwipayana, mengungkapkan bahwa Pramono Anung telah mengajukan permohonan pengunduran diri kepada Presiden untuk berkonsentrasi mengikuti Pilkada Jakarta. Ari juga menjelaskan bahwa pengunduran diri Pramono akan mulai berlaku sejak 22 September 2024.
ANTARA
Prediksi Pengisian Posisi Seskab Setelah Pramono Anung Mundur
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BPOM Terbitkan Izin Edar Bagi 43 Obat TB Selama 2024-2026
BPOM: Inovasi Kesehatan Jawab Tantangan Penyakit Langka Global
Bapenda Barito Timur Perluas Edukasi Pajak, Empat Kecamatan Sudah Disambangi
Mengubur Luka dengan Emas di Nagoya
Balai TNTP Apresiasi Dukungan 6.000 Liter BBM dari CBI Group untuk Tangani Karhutla
Trump Akan Hapus Tarif 50 Persen Barang Kanada Jelang Pemilu Sela
Komentar (0)
Memuat komentar…







