BANGKA BELITUNG –
**Borneonews - Koba, Kepulauan Bangka Belitung**, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bangka Tengah sedang melaksanakan pemetaan titik-titik rawan kebakaran hutan dan lahan (*karhutla*). Upaya ini bertujuan untuk mempermudah tindakan pencegahan dan penanggulangan kebakaran yang berpotensi terjadi. Kepala BPBD Bangka Tengah, Yudhi Sabara, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi sejumlah titik api yang rawan terbakar sebagai langkah untuk meningkatkan kewaspadaan. Dia menekankan pentingnya pemantauan ini, terutama saat memasuki musim kemarau ketika suhu udara meningkat secara signifikan. Dalam pengamatannya, Yudhi menyebutkan ada sekitar 28 titik yang dianggap rawan kebakaran. Ia menambahkan bahwa peningkatan jumlah titik kebakaran dalam dua bulan terakhir dipicu oleh kondisi cuaca yang panas, sehingga meningkatkan risiko munculnya titik api. Selanjutnya, Yudhi menjelaskan bahwa lokasi-lokasi rawan kebakaran hutan banyak ditemukan di sepanjang jalan raya Terentang-Koba. Hal ini disebabkan oleh adanya kondisi hutan yang dipenuhi dengan gambut dan semak ilalang. Meskipun lokasi tersebut telah dipetakan sebelumnya untuk mengantisipasi kebakaran, kejadian tersebut tetap muncul. Banyak kebakaran yang terjadi dipicu oleh tindakan masyarakat, termasuk para pekebun yang membuka lahan dengan cara membakar. Meskipun situasi *karhutla* pada tahun 2024 diperkirakan akan jauh lebih baik dibandingkan dengan tahun sebelumnya, Yudhi masih tetap waspada. Pada tahun 2023, dikabarkan terjadi 178 kasus kebakaran yang melibatkan seluruh enam kecamatan di kabupaten tersebut. Yudhi juga menyoroti bahwa selama musim kemarau tahun lalu, terdapat ratusan hektare lahan, termasuk hutan dan kebun milik warga, yang mengalami kerusakan akibat kebakaran. Dia menuturkan bahwa kondisi cuaca pada tahun 2024 mungkin akan lebih sulit diprediksi. Meskipun demikian, dalam dua bulan terakhir, cuaca menunjukkan tanda-tanda musim kemarau yang lebih awal meskipun siklus musiman seharusnya belum sepenuhnya masuk ke fase tersebut. ANTARA