**Borneonews - Deli Serdang, Sumatera Utara**, Atlet asal Jawa Tengah, Amellya Nur Sifa, mengungkapkan bahwa kunci keberhasilannya meraih medali emas pada nomor balap sepeda BMX putri di Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumut 2024 terletak pada ketenangan dan konsentrasi.
Untuk berhasil, saya mengandalkan ketenangan, fokus, dan tentunya berdoa, ungkapnya dalam pernyataan yang diberikan pada hari Senin di Deli Serdang.
Pertandingan yang berlangsung di GOR Disporasu, Deli Serdang, memiliki sirkuit sepanjang 400 meter, di mana Amellya menunjukkan performa yang sangat memukau. Meskipun sempat tertinggal pada awal perlombaan, ia dengan cepat berhasil memposisikan diri di depan para pesaingnya. Atlet yang sebelumnya juga meraih medali emas di Asian Games 2022 ini mencatatkan waktu tercepat dengan 42,238 detik.
Tadi pertandingannya sangat ketat; semua peserta menunjukkan kecepatan yang luar biasa, tutur Amellya menambahkan.
Dengan perasaan bangga, Amellya menyatakan rasa syukurnya atas medali emas yang diraihnya, yang ia anggap sebagai hasil dari usaha dan dedikasi dalam latihan yang dijalani. Proses tidak pernah mengkhianati hasil, kata perempuan berusia 21 tahun itu.
Di sisi lain, Rosida Stellina Romadhoni dari DKI Jakarta tampil sebagai peraih medali perak, menyelesaikan lomba dengan waktu 43,127 detik. Sementara itu, medali perunggu diraih oleh atlet Jawa Tengah, Latifah, dengan catatan waktu 44,725 detik.
Perlombaan balap sepeda BMX sendiri digelar dari 16 hingga 19 September 2024 dan mempertandingkan beberapa nomor, termasuk racing putra, *freestyle - park* putra, serta racing putri di Deli Serdang, Sumatera Utara.
ANTARA
Amellya Nur Sifa raih medali emas BMX putri di PON 2024
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Distribusi Masih Jadi Hambatan, Industri Komik Indonesia Dinilai Punya Potensi Besar
Iran Ancam Gunakan Taktik Baru jika AS Kembali Lancarkan Serangan
OJK Kalteng Tekankan Manfaat Nyata Inklusi Keuangan bagi Kesejahteraan Masyarakat
Dokter Jadi Tersangka Dugaan Pencabulan terhadap Anak Kandung Berusia 4 Tahun
Dampak Karhutla bagi Kesehatan Bukan Hanya Gangguan Pernapasan
Karhutla Ancam Habitat Orangutan di Kalteng, Patroli dan Evakuasi Satwa Diperkuat
Komentar (0)
Memuat komentar…







