JAKARTA –
**Borneonews - Medan**, Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang akan diselenggarakan di Aceh-Sumut pada tahun 2024 tidak hanya berfungsi sebagai ajang bagi talenta muda di seluruh Indonesia untuk menunjukkan kemampuan mereka. Acara ini juga memiliki dampak positif dalam hal pemerataan infrastruktur olahraga di daerah penyelenggara. Lebih jauh lagi, pergelaran empat tahunan ini menjadi peluang emas bagi pelaku usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meraup keuntungan, seperti yang dialami oleh pemilik Mie Kangkung Belacan, yang berlokasi di Jalan Tengku Amir Hamzah, Sei Agul, Kota Medan. Putri pemilik warung tersebut, Cathrine (24), akan berpartisipasi dalam acara penutupan PON 2024 yang dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Sumut, Deli Serdang, pada hari Jumat, 20 September mendatang. Cathrine akan menampilkan bakatnya dalam bidang tarian. Ibu Cathrine, Vera, menjelaskan bahwa teman-teman putrinya yang menghubungi dan mengajak untuk bergabung dalam pertunjukan tersebut. "Dia yang dihubungi teman-temannya," ungkap Vera saat ditemui di warung tersebut. Vera menambahkan bahwa Cathrine sangat antusias karena memiliki hobi menari, sehingga ia merasa ini adalah kesempatan yang baik untuk menunjukkan kemampuannya. Proses latihan Cathrine telah dimulai, di mana ia berlatih sebanyak tiga kali dalam seminggu, khususnya pada hari Jumat, Sabtu, dan Minggu, selama satu bulan terakhir. Vera juga menceritakan sempat merasa ragu untuk mengizinkan Cathrine mengikuti acara tersebut, mengingat putrinya juga membantu dalam usaha Mie Kangkung Belacan yang telah berdiri sejak tahun 1976. Tanggung jawab tersebut mengharuskan Cathrine untuk berada di warung dan berinteraksi dengan pelanggan yang datang. Cathrine juga aktif di media sosial, khususnya TikTok, di mana ia sering membagikan vlog mengenai aktivitas berjualan bersama keluarganya. Kehadirannya di platform tersebut turut memperkenalkan Mie Kangkung Belacan kepada lebih banyak orang, bahkan pelanggan dari luar Medan pun mulai berdatangan. Setelah melalui diskusi panjang, Vera dan suaminya akhirnya sepakat untuk memberikan izin kepada Cathrine. Vera mengungkapkan, "Kebahagiaan anak yang akan mendapatkan pengalaman berharga lebih penting dari segalanya." Ia menilai bahwa dukungan penuh kepada anak sangatlah penting, meskipun ada kekhawatiran dengan tanggung jawab di tempat usaha. Selain putrinya, Vera juga mencatat bahwa selama berlangsungnya PON, warungnyalah menjadi tempat singgah bagi beberapa kontingen olahraga. Beberapa tim yang telah mampir termasuk atlet tari latin dari Papua Barat, serta para penggemar barongsai dari Sumatera Barat dan Jawa Barat, serta atlet bulu tangkis juga dari Jawa Barat. Keterlibatan ini menjadi bukti bahwa kegiatan olahraga membawa dampak yang lebih luas tidak hanya bagi atlet, tetapi juga untuk masyarakat sekitar. ANTARA