BORNEONEWS, Buntok - Lintas Jalan Buntok-Palangka Raya masih rawan kecelakaan. Ini karena kurangnya rambu-rambu lalu lintas atau tanda peringatan untuk pengguna jalan agar selalu berhati-hati pada setiap tikungan berbahaya.

Pantauan media ini, sejak lintas Buntok-Palangka Raya diperbaiki, khususnya pada wilayah Desa Madara, Kecamatan Dusun Selatan (Dusel ) Kabupaten Barsel. Para pengendara motor dan mobil rata-rata menggunakan kecepatan tinggi. Jadi wajar, jika pada kawasan itu tidak jarang terdengar kabar terjadinya kecelakaan lalu lintas.

Di daerah itu juga,  ada kawasan yang kini familiar menjadi sebutan warga setempat sebagai 'Tingkungan Maut Madara'.

"Kami disini menyebut nya sebagai Tikungan Maut Madara. Karena paling sering terjadi kecelakaan, baik tabrakan  atau ada mobil masuk ked alam sungai," terang Pobilianson alias Babul, 45, warga setempat kepada Borneonews, Senin (1/8/2016).

Babul menerangkan, pada kawasan tersebut, hingga saat ini belum ada rambu-rambu atau isyarat peringatan yang dibuat oleh dinas terkait untuk pengguna jalan.

"Mestinya, setelah diketahui tempat ini sering terjadi kecelakaan membawa maut, serta ada sejumlah  mobil yang  masuk  ke dalam sungai, bisa menjadi PR oleh  instansi terkait. Namun pada kenyataannya, sudah bertahun-tahun ini,  tetap saja tidak ada perubahan,  sebagai upaya pemerintah untuk menyelamatkan para pengguna jalan di sini," ujarnya panjang leber.

Hal senada juga disampaikan  Supian, 55, warga Buntok. Ia mengharapkan pada kawasan tikungan maut Madara tersebut, kiranya bisa menarik perhatian Dinas Perhubungan atau instansi terkait untuk membuatkan rambu-rambu peringatan atau pagar jalan.

"Kami kurang terlalu mengerti, apakah pembuatan rambu jalan itu merupakan tugas polisi, Dinas Perhubungan atau Dinas Tata Kota. Tapi jika itu dibiarkan berlarut larut, pastinya akan membahayakan pengguna jalan yang melintas dari Palangka Raya menuju Buntok.  Terutama bagi pengendara  yang baru pernah melintasi jalan tersebut," beber Supian. (LAILY MANSYUR/m)