PALU –
**Borneonews - Palu**, Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama di Kota Palu, Sulawesi Tengah, tengah melakukan inisiatif untuk menghadirkan sebuah kantin modern yang bertujuan untuk meningkatkan fasilitas bagi mahasiswa. Upaya ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan lebih bagi para pelajar di lingkungan kampus. Lukman, Rektor UIN Datokarama Palu, menjelaskan bahwa proses pembuatan kantin ini akan dilakukan dengan merenovasi gedung kelas yang dikenal sebagai Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) menjadi sebuah kantin yang lebih modern. Dalam keterangannya, ia mengungkapkan bahwa gedung SBSN telah dirancang dengan mempertimbangkan risiko tsunami dan gempa, di mana bagian bawahnya sengaja dibiarkan kosong untuk tujuan parkir. Namun, pihak universitas memutuskan untuk memanfaatkan area tersebut untuk keperluan kantin agar lebih berfungsi dan bermanfaat bagi mahasiswa. Menurut Rektor, keberadaan kantin baru ini juga merupakan langkah strategis untuk memaksimalkan fungsi gedung SBSN yang sudah dirancang untuk tahan gempa. Rencana anggaran untuk renovasi ini diperkirakan sekitar Rp400 juta. Oleh karena itu, para pedagang yang sebelumnya beroperasi di kantin lama akan segera dipindahkan ke lokasi baru yang berlokasi di lantai satu gedung SBSN. Dengan hadirnya kantin modern ini, mahasiswa tidak lagi perlu repot mencari tempat makan di luar kampus. Rektor berharap bahwa fasilitas baru ini akan membantu mahasiswa untuk dapat lebih fokus dalam kegiatan akademik dan menciptakan suasana yang lebih kondusif di lingkungan kampus. Salah satu mahasiswa yang berkuliah di UIN Datokarama, Zulkaida, memberikan pendapat mengenai rencana tersebut. Ia merasa bahwa adanya fasilitas kantin baru ini sangat penting dalam menciptakan lingkungan yang lebih baik bagi para mahasiswa. Menurutnya, kantin yang baru dirancang ini diharapkan akan menawarkan berbagai fasilitas yang lebih modern, bersih, dan nyaman. Hal ini tentunya akan menciptakan suasana yang mendukung untuk bersantai serta mengisi waktu antara jadwal kuliah yang padat. ANTARA