BORNEONEWS, Kotim - Kodim 1015 Sampit membentuk tim khusus untuk pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang setiap tahun rawan terjadi di Kotawaringin Timur (Kotim). Ada 15 tim yang khusus bergerak menangani Karhutla. Tim di daerah tetap di bawah koordinasi Danrem melalui Kodim.
“Untuk Kodim sendiri ada tim khusus untuk menangani itu, dalam tim ini terdiri dari lima orang anggota TNI, Kepolisian, Manggala Agni, BPBD dan organisasi kemasyarakatan,” kata Komandan Kodim 1015 Sampit, Letkol Inf I Gede Putra Yasa, di Sampit, Senin (1/8/2016).
Tim bentukan Kodim Sampit ini, tetap berada di bawah koordinasi Danrem Palangka Raya. Tim itu terdiri dari berbagai elemen, diantaranya aparat penegak hukum, pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan.
“Kita tetap di bawah Korem bekerjasama dengan BPBD, setiap hari kita memantau satelit Terra dan Aqua, kalau ada titik hotspot, apakah itu kebakaran atau tidak kami akan langsung tindaklanjuti dengan berkoordinasi ke bawah melalui Koramil, Babinsa, Kapolsek, Manggala Agni dan BPBD,” kata Dandim Sampit, Letkol I Gede Putra Yasa.
Sejauh ini, di Kotawaringin Timur belum ada kebakaran lahan yang menghawatirkan atau sporadis. Namun, Kodim 1015 Sampit melalui tim gabungan akan terus memantau guna mengantisipasi agar Karhutla tidak terjadi lagi seperti pada 2015.
Meski sudah memasuki musim kemarau, namun cuaca di Kotim masih sering turun hujan. Sehingga kerawanan kebakaran pun masih kecil. Disinggung apakah sudah ada temuan kebakaran lahan atau hutan oleh warga maupun perusahaan secara sporadis, dia mengaku belum ada.
“Ya variatif lah tidak tiap hari, cuma terkadang seperti kejadian kemarin ada yang membakar. cuma masyarakatnya tidak kelihatan, kita datangi ke lokasinya sudah tidak ada tapi terkadang api berasal dari gesekan kayu kering. Tapi kalau yang memang sengaja di bakar besar-besaran sampai sekarang belum ditemukan di Kotim,” ungkapnya.
I Gede menegaskan, pihaknya akan bertindak tegas jika ada warga maupun perusahaan yang dengan sengaja membakar lahan. Bahkan untuk lebih menekankan kepada masyarakat, pihaknya juga membentuk posko Karhutla di setiap Koramil.
“Posko tingkat kabupaten langsung di Kodim, selain di Kotim kita bentuk posko per wilayah yakni di masing-masing Koramil. Tapi memang untuk mengawasi ini kami terkendala terbatasnya personil di Koramil, yang seharusnya yang ditempatkan disana 10 sampai 15 personil, sekarang kan ada yang hanya 4 orang,” ujarnya.
Sebelumnya, Bupati Kotim, Supian Hadi memerintahkan aparat TNI/Polri menangkap siapapun yang sengaja membakar lahan. “Tidak ada peringatan atau himbauan lagi, langsung ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Supian Hadi. (RAFIUDIN/N).








