JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Penjabat Gubernur DKI Jakarta, Heru Budi Hartono, menyatakan harapannya agar sistem transportasi publik di Jakarta dapat lebih terintegrasi secara menyeluruh. Ia menegaskan bahwa integrasi tersebut penting demi memudahkan masyarakat dalam melaksanakan aktivitas sehari-hari. "Harapan kami adalah agar transportasi publik di Jakarta dapat terintegrasi dengan baik. Proyek seperti *Modus Raya Terpadu* (MRT) yang menghubungkan hingga Ancol serta *Lintas Raya Terpadu* (LRT) yang mengarah ke Manggarai, diharapkan dapat selesai, bersamaan dengan layanan *TransJakarta*," ungkap Heru setelah menjalankan tugas sebagai Inspektur Upacara pada Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) Tahun 2024 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Heru menjelaskan, saat ini jaringan transportasi publik di Jakarta sudah cukup lengkap dengan waktu kedatangan (headway) yang relatif cepat. Ia memberi contoh, layanan MRT dan LRT yang memiliki waktu kedatangan yang tepat. Di samping itu, ia menekankan bahwa layanan *TransJakarta* kini telah menjangkau hampir 90 persen dari total wilayah Kota Jakarta. Dengan cakupan yang luas ini, diharapkan lebih banyak masyarakat yang beralih menggunakan transportasi publik. Menurut Heru, penumpang pada layanan *TransJakarta* kini mencapai 1,2 juta. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan jika dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun, ia menyebutkan tantangan terbesar adalah pesaingan dari transportasi roda dua, karena banyak pengguna lebih memilih menggunakan sepeda motor langsung dari rumah. Heru menjelaskan, sistem tarif transportasi di Jakarta saat ini sudah cukup baik dan terintegrasi. "Tarifnya mulai dari Rp3.500, dengan maksimum Rp10.000. Setelah itu, pemerintah daerah DKI akan memberikan subsidi untuk tarif yang melebihi jumlah tersebut," jelasnya. Selanjutnya, ia menekankan bahwa masalah kemacetan tidak dapat diselesaikan hanya oleh Jakarta saja, melainkan perlu kolaborasi dengan daerah aglomerasi lainnya. "Sebagai contoh, inisiatif yang baru saja dimulai oleh Presiden Republik Indonesia untuk pembangunan MRT Fase Timur-Barat yang akan menjangkau Bekasi. Ini merupakan langkah bertahap yang akan berlanjut hingga ke Manggarai dan Dukuh Atas. Oleh karena itu, pembangunan transportasi harus dilakukan secara berkelanjutan," tambah Heru. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga terus berupaya meningkatkan kualitas udara di Ibu Kota. Salah satu langkah yang diambil adalah mengganti secara bertahap armada bus *TransJakarta* dengan kendaraan berbasis listrik. Heru mengungkapkan, Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk terus menerima masukan dari masyarakat terkait masalah transportasi umum dan isu lainnya guna mewujudkan perbaikan di masa mendatang. Tema Harhubnas Tahun 2024 yang diusung adalah "Transportasi Maju Nusantara Baru". Tema ini dimaknai sebagai kesempatan untuk merefleksikan kontribusi dan prestasi yang telah diberikan di bidang transportasi untuk bangsa dan negara. Perayaan tersebut juga menjadi momentum penting untuk menjaga keberlanjutan pencapaian yang telah diraih, sekaligus menjadi catatan untuk peningkatan di masa depan. Acara ini dihadiri oleh beberapa pejabat penting, di antaranya Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo, dan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta, Arifin, serta jajaran lainnya di Pemprov DKI Jakarta. ANTARA