KUPANG –
**Borneonews - Kupang**, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah menggarisbawahi pentingnya pemanfaatan pangan lokal di setiap daerah sebagai langkah strategis dalam penanganan stunting di wilayah kepulauan ini. Penjabat Gubernur NTT, Andriko Noto Susanto, dalam suatu pernyataan di Kupang, menekankan bahwa provinsi ini memiliki berbagai sumber daya lokal yang semestinya dimanfaatkan secara optimal. Menurut Andriko, kandungan nutrisi dalam pangan lokal, seperti umbi-umbian, ikan, dan sayuran, tergolong sangat tinggi. Oleh karena itu, penganekaragaman konsumsi pangan harus menjadi fokus utama sebagai landasan menuju kemandirian pangan. Kemandirian pangan sendiri diartikan sebagai pemenuhan kebutuhan makanan untuk seluruh masyarakat Indonesia agar dapat hidup sehat, aktif, dan produktif, dengan dana dari sumber daya yang ada di daerah. Dalam pernyataannya, Andriko juga merujuk pada Peraturan Presiden No. 81 Tahun 2024 mengenai Percepatan Penganekaragaman Pangan berdasarkan potensi sumber daya lokal. Peraturan ini diharapkan dapat menjadi landasan regulasi yang mendukung sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, serta kolaborasi pentahelix yang melibatkan dunia akademisi. Lebih lanjut, ia mengajak semua pihak, termasuk komunitas dan pelaku usaha, untuk memanfaatkan media sosial serta media massa sebagai sarana promosi dan kampanye, guna mempercepat penanganan stunting di daerah ini. Andriko memberikan apresiasi terhadap upaya yang dilakukan oleh pemerintah pusat, khususnya melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, yang telah meluncurkan program pangan lokal di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Alor pada Jumat (13/9) lalu. Ia berharap bahwa upaya simulasi makan menggunakan pangan lokal dapat berkontribusi positif dalam mencegah stunting di NTT. Lebih jauh, Andriko menekankan bahwa penanganan stunting memerlukan partisipasi dari semua pihak. Hal ini mencerminkan pentingnya kolaborasi dan komitmen bersama untuk menyelesaikan permasalahan ini, serta memberikan perhatian khusus pada konsumsi pangan lokal sebagai solusi yang layak. ANTARA