BANDAR LAMPUNG –
**Borneonews - Lampung Selatan**, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan telah melaksanakan penyerahan bantuan bedah rumah kepada enam warga yang membutuhkan di Kecamatan Kalianda pada tanggal 16 September. Bupati Lampung Selatan, Nanang Ermanto, menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari inisiatif Swasembada Rumahku, yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Nanang menyebutkan nama-nama penerima bantuan yang terdiri dari Samsudin dari Desa Kecapi, Basar K dari Desa Tajimalela, Afriyana dari Desa Hara Banjar Manis, Siti Aminah dari Kelurahan Wai Lubuk, A Rohman dari Kelurahan Way Urang, dan Samroni dari Desa Tengkujuh. Ia menyatakan bahwa program bedah rumah ini merupakan wujud komitmen pemerintah daerah dalam upaya mengatasi kemiskinan ekstrem yang masih dihadapi oleh masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan. Program bedah rumah ini dilaksanakan dengan dukungan beberapa pihak, termasuk perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Kabupaten Lampung Selatan. Sumber pendanaan untuk program ini diperoleh dari Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Lampung Selatan, serta tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari Bank Syariah Indonesia dan Rosin Mart yang merupakan bagian dari Rosalia Group. Bupati menambahkan bahwa setiap unit rumah yang diperbaiki akan mendapatkan anggaran sebesar Rp20 juta. Selain bantuan bedah rumah, pemerintah daerah juga memberikan bantuan sembako kepada warga yang menerima dukungan ini, yang disalurkan melalui Dinas Kesehatan dan Dinas Pemadam Kebakaran serta Penyelamatan Lampung Selatan. Salah satu penerima bantuan, Samroni yang berusia 56 tahun dan merupakan warga Desa Tengkujuh, menyampaikan rasa syukurnya dan mengucapkan terima kasih kepada Bupati Lampung Selatan atas bantuan yang diterimanya. Ia berharap program semacam ini dapat berlangsung terus untuk menolong masyarakat yang benar-benar membutuhkan. "Terima kasih, Pak. Bantuan ini sangat berarti untuk saya. Rumah panggung yang saya huni sudah bertahun-tahun tidak diperbaiki, lantainya sudah mulai rapuh. Jika saya jalan, khawatir lantai bisa ambrol ke bawah," ungkap Samroni. ANTARA