**Borneonews - Roma**, Perdana Menteri Italia, Giorgio Meloni, dan Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, berkomitmen untuk terus berupaya mengakhiri konflik yang berkepanjangan di wilayah Timur Tengah. Dalam pertemuan yang berlangsung pada Senin (16/9), kedua pemimpin saling menegaskan dukungan mereka untuk segera melaksanakan *gencatan senjata* di Gaza.
Starmer menekankan, "Kami bersatu dalam dukungan kami untuk suatu gencatan senjata yang segera. Kami ingin melihat sandera dibebaskan, serta bantuan kemanusiaan yang sangat dibutuhkan mengalir ke Gaza, dan meredakan ketegangan yang terjadi di Tepi Barat, khususnya." Pernyataan tersebut disampaikan kepada jurnalis setelah pertemuannya dengan Meloni di Roma.
Lebih lanjut, Starmer menambahkan, meskipun jalan menuju perdamaian tidaklah mudah, urgensi situasi saat ini sangat penting. "Kami akan terus bekerja sama untuk menyelesaikan krisis ini dan mengakhiri penderitaan semua pihak yang terlibat," ujar Starmer dengan tegas.
Senada dengan apa yang diungkapkan oleh Starmer, Meloni juga menegaskan komitmen pemerintah Italia untuk mendukung terbentuknya negara Palestina. Hal ini dinyatakan Meloni sebagai upaya untuk menyelesaikan konflik yang telah berlangsung lama antara Israel dan masyarakat Palestina.
"Perjanjian komprehensif berdasarkan mediasi yang dipimpin oleh Amerika Serikat dan Qatar sangat diperlukan. Kami menyerukan gencatan senjata segera di Gaza dan pembebasan semua sandera yang ditahan sejak 7 Oktober. Ini tidak bisa ditunda lagi," tegas Meloni.
Meloni juga mengimbau kepada semua pihak yang terlibat untuk bersedia berkontribusi dalam mencegah eskalasi konflik di kawasan, terutama yang berasal dari Lebanon. Ia menambahkan, "Saat ini lebih daripada sebelumnya, kita perlu solusi jangka panjang untuk krisis ini, yang akan memberikan dorongan baru bagi solusi dua negara."
Selanjutnya, dalam pertemuan tersebut, kedua pemimpin juga membahas tantangan yang muncul akibat migrasi ilegal dan upaya kolaboratif yang dapat dilakukan oleh kedua negara. Starmer, yang dalam kunjungan ini didampingi oleh komandan baru keamanan perbatasan Inggris, mengungkapkan bahwa kedua negara telah menjalin kerjasama dalam berbagi informasi intelijen, taktik, dan langkah-langkah untuk menutup rute penyelundupan serta memberantas geng kriminal yang terlibat dalam perdagangan manusia menuju Eropa dan Inggris.
Di sisi lain, pembicaraan juga mencakup penguatan kerja sama ekonomi antara Italia dan Inggris. Hasil dari pertemuan tersebut menghasilkan kesepakatan investasi baru yang signifikan, di mana Italia akan berinvestasi sebesar 500 juta poundsterling (setara dengan Rp10,12 triliun) di Inggris.
Starmer menambahkan, perusahaan pertahanan asal Italia, Leonardo, berkomitmen untuk melakukan investasi sebesar 400 juta poundsterling (sekitar Rp8,1 triliun) dalam penelitian, pengembangan, dan produksi helikopter. Selain itu, grup produsen baja, Marcegaglia, berencana untuk menginvestasikan 100 juta poundsterling (sekitar Rp2,02 triliun) dalam produksi baja ramah lingkungan di Inggris.
ANTARA
Italia dan Inggris Komitmen Usahakan Gencatan Senjata di Gaza
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Rachel/Febi Gagal ke Final French Open
Lewis Hamilton Tercepat dalam Sesi Latihan Bebas GP Amerika Serikat
Timnas Indonesia U15 Menang Telak atas Fiji, Hariri dan Dicky Dua Gol
Leo/Daniel Kandas di Semifinal French Open
Polres Barito Timur Kerahkan 38 Personel Padamkan Karhutla di Murutuwu
Veda Ega Sebut Tugasnya Belum Usai Setelah Berada di Pole Position
Komentar (0)
Memuat komentar…







