**Borneonews - Rangkasbitung**, Peternak jangkrik di Kabupaten Lebak, Banten, kini menghadapi tantangan dalam memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat. Keadaan ini telah memberikan dampak positif pada pendapatan ekonomi keluarga mereka.
Seorang peternak bernama Sunardi, yang berusia 50 tahun, mengungkapkan bahwa dalam enam bulan terakhir, pendapatan bulanan mereka melonjak menjadi Rp12 juta, meningkat signifikan dari sebelumnya yang hanya sebesar Rp3 juta. Hal ini menunjukkan trend positif dalam sektor budidaya jangkrik di wilayah tersebut.
Di Kampung Bojong Apus, Kecamatan Kalanganyar, terdapat sekitar 20 peternak jangkrik yang merasa kesulitan untuk memenuhi semakin banyaknya permintaan dari konsumen, terutama dari kios penjual burung dan kios pemancingan ikan. Permintaan ini tidak hanya berasal dari Kabupaten Lebak, tetapi juga menjangkau daerah-daerah tetangga seperti Kabupaten Serang dan Tangerang.
Kini, produksi jangkrik telah ditampung oleh para bandar untuk memenuhi permintaan pasar yang kian melonjak. Dalam usaha meningkatkan produksi, Sunardi menyatakan bahwa mereka telah memiliki 15 kotak budidaya yang mampu memproduksi sekitar 400 kilogram jangkrik, dengan harga jual Rp30 ribu per kilogram. Pendapatan bulanan mereka pun berhasil mencapai Rp12 juta, yang sebelumnya hanya Rp3 juta.
Maman, seorang peternak jangkrik berusia 55 tahun, juga merasakan dampak positif serupa. Ia mengalami kesulitan dalam memenuhi permintaan pasar, sehingga memutuskan untuk meningkatkan produksinya. Dulu, peternak hanya melayani pelanggan setia, sementara kini produk mereka juga ditampung oleh bandar. Dengan hasil produksi mencapai 450 kilogram, Maman dapat meraih pendapatan antara Rp12 juta hingga Rp15 juta per bulan.
Di sisi lain, Agus, seorang pedagang burung berusia 60 tahun yang berbasis di Rangkasbitung, mengungkapkan bahwa dia mampu menghabiskan sekitar 50 kilogram jangkrik setiap minggunya. Dari penjualan ini, Agus menghasilkan pendapatan sekitar Rp2,5 juta. Dalam beberapa kesempatan, jangkrik presot ini habis dalam waktu empat hari dan terpaksa harus memesan pasokan kembali.
Ketua Komunitas Usaha Jangkrik Kabupaten Lebak, Agus, menyatakan bahwa populasi peternak jangkrik di daerah ini terus tumbuh berkat tingginya permintaan. Bahkan, para peternak kini sudah bisa memasok produk mereka ke wilayah-wilayah sekitar seperti Serang dan Tangerang.
Para peternak jangkrik di Kabupaten Lebak ini tersebar di beberapa kecamatan, termasuk Rangkasbitung, Warunggunung, Cibadak, dan Kalanganyar. Mereka melakukan usaha budidaya ini di rumah dengan merancang ruangan khusus untuk menyimpan kotak-kotak bok yang digunakan dalam produksi jangkrik. Proses produksi dari penetasan telur hingga menjadi jangkrik siap panen membutuhkan waktu sekitar 32 hari.
Selain biaya produksi yang terjangkau, usaha budidaya jangkrik juga menawarkan keuntungan yang cukup menjanjikan. Oleh karena itu, Ketua Komunitas Agus berharap agar semua peternak dapat terus meningkatkan produksi mereka untuk memenuhi permintaan pasar yang terus berkembang.
ANTARA
Permintaan Jangkrik Meningkat, Peternak Lebak Raih Keuntungan Besar
Bagikan:

BANTEN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Hujan Perdana Banjarbaru Diwarnai Pohon Tumbang Akibat Angin Kencang
Kebakaran Hebat Hanguskan 4 Rumah dan 1 Masjid di Kotim
Saingi China, Pabrik Mobil Jepang Pangkas Masa Pengembangan Model Baru
PDIP Dukung Revisi UU Peradilan Militer Pascaputusan MK
Pemerintah Luncurkan Program Pengawal Energi untuk 3.679 SPBU
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Komentar (0)
Memuat komentar…







