**Borneonews - Banjarbaru**, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Kalimantan Selatan kini tengah melakukan perbaikan akses pada jembatan darurat yang terletak di jalur alternatif Jalan Banjarbaru-Batulicin.
Kepala Dinas PUPR Provinsi Kalsel, Ahmad Solhan, menginformasikan bahwa perbaikan ini mengakibatkan penutupan sementara pada jalur tersebut. Penutupan dijadwalkan berlangsung dari tanggal 17 hingga 20 September 2024.
Solhan menjelaskan bahwa kegiatan ini berkaitan dengan pembangunan Jembatan Kintamani 1, yang juga mengharuskan penutupan jalan dari dan menuju Kodeco. Ia berharap proses perbaikan jembatan darurat dapat berlangsung lancar dan segera memungkinkan masyarakat untuk kembali melintasi jalan alternatif ini.
Sementara itu, Kepala Seksi Jembatan Dinas PUPR Kalsel, Noor Hidayat, mengungkapkan bahwa perbaikan hanya dilakukan pada satu titik. "Jembatan tersebut mengalami kerusakan pada pondasi kayu log yang patah dan perlu diganti, sehingga harus dibongkar total," jelas Hidayat.
Ia juga menambahkan bahwa petugas telah memasang rambu-rambu sebagai tanda di jalur Awang Bangkal Banjarbaru menuju Batulicin, serta sebaliknya di KM 58 Batulicin-Banjarbaru. "Kontraktor dan pekerja telah melaksanakan pemasangan rambu-rambu dan memberikan pemberitahuan mengenai penutupan jalan ini," tambahnya.
Dinas PUPR Provinsi Kalsel sebelumnya telah mengimbau warga untuk lebih berhati-hati dan waspada saat melintasi jalan alternatif baru Banjarbaru-Batulicin, yang juga dikenal sebagai Jalan Gubernur H Sahbirin Noor, lantaran fasilitas penunjang dan pengaman jalan belum sepenuhnya dilengkapi.
Kepala Bidang Bina Marga PUPR Provinsi Kalsel, Azan Syaiful Muaz, mengingatkan bahwa ruas jalan alternatif tersebut belum dalam kondisi ideal bagi pengendara, mengingat banyak titik pengaman jalan masih dalam pengerjaan.
Syaiful menambahkan bahwa meskipun jalan ini memiliki rute yang lurus, keberadaan kawasan hutan lindung di sekitar jalan tersebut juga perlu diperhatikan, dengan mengutamakan adab saat memasuki area hutan.
Syaiful juga mengungkapkan bahwa pengendara di jalan tol yang telah dilengkapi rambu dan pengaman umumnya dianjurkan untuk memacu kendaraan dengan kecepatan antara 80 km/jam hingga 100 km/jam.
Diketahui pula bahwa Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, meresmikan ruas jalan alternatif Banjarbaru-Batulicin sepanjang 104 kilometer pada 24 Agustus 2024. Usai peresmian, sejumlah pengendara mulai melintasi jalan baru tersebut. Namun, sejumlah insiden kecelakaan lalu lintas terjadi di jalur bebas hambatan ini.
Jalan alternatif tersebut telah mampu memangkas waktu tempuh dari Banjarbaru ke Batulicin menjadi 2,5 hingga 3 jam, dibandingkan dengan jalur arteri lama yang memerlukan waktu sekitar 5 hingga 6 jam. Sejak dimulai pada tahun 2019, pembangunan jalan Banjarbaru-Batulicin ini menghabiskan anggaran sekitar Rp1,8 triliun.
ANTARA
Perbaikan Jembatan Darurat Batulicin-Banjarbaru Ditutup Sementara
Bagikan:

BANJARMASIN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Veda Pratama Hormati Keputusan Pembatalan Moto3 Australia
Kebakaran Terjadi di Masjid Al-Muhajirin Cempaga Kotim
Ganda Campuran China Li/Huang Juarai Indonesia Masters 2026
BPN Berkontribusi Tingkatkan Nilai Ekonomi hingga Rp1.834 Triliun
Kebakaran di Jalan Pahlawan Marabahan, Api Membesar Dekat Sekolah
Pohon Tumbang dan Bangunan Rusak Diterjang Angin Kencang di Banjarbaru
Komentar (0)
Memuat komentar…







