PONTIANAK –
**Borneonews - Pontianak**, Dinas Sosial Kota Pontianak, Kalimantan Barat, melalui Kepala Dinasnya Trisnawati, mengumumkan bahwa sejak awal tahun hingga bulan September 2024, pihaknya telah menyalurkan bantuan kepada 30 keluarga yang menjadi korban kebakaran. Menurut Trisnawati, bantuan yang diberikan kepada warga yang mengalami musibah tersebut meliputi kebutuhan sandang dan pangan. Ia menjelaskan, “Hingga September 2024 ini, kami telah memberikan bantuan kepada 30 keluarga yang terdampak.” Sebagai langkah tambahan, pemerintah kota juga menyiapkan makanan siap saji yang akan diberikan kepada korban kebakaran selama tujuh hari setelah kejadian. “Kami memberikan berbagai bantuan seperti alat masak, selimut, dan kebutuhan lainnya bagi warga yang kehilangan rumahnya akibat kebakaran,” imbuhnya. Bantuan terbaru disalurkan kepada warga yang tinggal di wilayah Sungai Jawi. Kebakaran yang terjadi pada hari Jumat, 13 September 2024, melanda sebuah bangunan semi permanen yang berada di samping Gang Nilam I, Jalan Prof. Dr. Hamka, Kelurahan Sungai Jawi, Kecamatan Pontianak Kota. Insiden tersebut mengakibatkan bangunan tersebut hangus dilahap api, menyisakan hanya bagian depan yang berupa warung, sedangkan bagian belakangnya tidak tersisa sama sekali. Untuk meringankan beban para korban, Pemerintah Kota Pontianak juga menyerahkan bantuan berupa sandang dan pangan serta dokumen kependudukan. Penyaluran bantuan tersebut dilakukan langsung oleh Penjabat Wali Kota Pontianak, Ani Sofian, yang berharap bantuan ini dapat membantu meringankan kesulitan yang dihadapi oleh warga yang terkena musibah. Ani Sofian dalam pernyataannya menyatakan, “Kami berharap bantuan ini bisa memberikan manfaat bagi korban yang saat ini sedang menghadapi cobaan." Belakangan ini, maraknya kejadian kebakaran, bahkan yang menyebabkan korban jiwa, menjadi perhatian serius oleh Pemkot Pontianak. Oleh karena itu, Ani Sofian mengimbau kepada masyarakat agar terus meningkatkan kewaspadaan, khususnya bagi mereka yang tinggal di kawasan permukiman padat penduduk. Ia menekankan pentingnya memastikan bahwa rumah dan bangunan dalam keadaan aman dari potensi kebakaran. “Perhatikan instalasi listrik di rumah atau bangunan Anda, pastikan sudah memenuhi standar keamanan,” pesan Ani Sofian. ANTARA