BORNEONEWS, Sampit - Empat pelajar Kabupaten Kotawaringin Timur terpilih mewakili daerah itu menjadi pasukan pengibar duplikat bendera pusaka (Paskibraka) di tingkat Provinsi Kalimantan Tengah pada upacara HUT RI 17 Agustus 2016.
“Kotim mengirim empat siswa mengikuti dilklat (pendidikan dan latihan) di provinsi. Dua orang putra dan dua putri,” ungkap Ketua Panitia Diklat Paskibraka Kotawaringin Timur RW Sujarwo, Senin (1/8/2016).
Pada Senin, (1/8), sebanyak 71 anggota Paskibraka Kotawaringin Timur memasuki masa karantina yang dimulai pada 31 Juli di Balai Diklat Badan Kepegawaian Daerah, komplek Stadion 29 Nopember Sampit. Mereka merupakan siswa/siswi terbaik utusan dari sekolah tingkat SMA, MA dan SMK negeri se-Kotawaringin Timur.
RW Sujarwo mengatakan, selama pemusatan latihan, 29 putri dan 42 laki-laki yang terpilih menjadi anggota paskibraka ini akan dibekali berbagai materi dan pembinaan mental maupun fisik oleh pelatih dari anggota Kodim 1015 Sampit, Kompi Senapan A, Anggota Polres Kotim, Brimob, PPI dan unsur Dispora Kotawaringin Timur.
“Tujuan pemusataan latihan ini untuk mempersiapkan paskibraka yang bertanggungjawab dan penuh dedikasi dalam melqaksanakan pengibaran bendera pada 17 Agustus nanti,” kata Sujarwo.
Sujarwo menjelaskan, 71 paskibraka itu akan dibekali materi, seperti dinamika kelompok, sikap mental dan sejarah paskibraka, kesehatan reproduksi dan perilaku hidup sehat remaja, pembinaan olahraga remaja, pembinaan remaja di luar sekolah. Selanjutnya, kebijakan Pemkab Kotim dalam pembangunan daerah, pembinaan kerukunan hidup antarumat beragama, disiplin menuju sukses, pencegahan HIV/AIDS di kalangan remaja, kamtibmas dan peran serta masyarakat. Selain itu bela negara dan ketahanan nasional, pengembangan kepemimpinan pemuda dan remaja, peran pemuda dalam penanggulangan bencana, bahaya penyalahgunaan narkoba pada remaja.
“Selama di sini mereka harus menaati semua aturan yang ditetapkan panitia. Jika tidak mentaati akan diberikan sanksi berupa teguran lisan, tertulis disampaikan kepada bupati, sekolah dan orangtua, mengembalikan ke sekolah dan mencabut segala atribut,” kata Sujarwo.
Wakil Bupati Kotawaringin Timur M Taufiq Mukri disela membuka diklat itu mengatakan, diklat tersebut adalah untuk membentuk pendidikan karakter bagi kader-kader bangsa. Sehingga bisa menjalankan tugas pengibaran bendera merah putih pada 17 Agustus 2016.
“Kepada adik-adik anggota paskibraka harus menyiapkan fisik dan mental, cepat menyesuaikan tuntutan para pelatih yang keras, tegas dan disiplin tinggi. Kalian adalah putra-putri pilihan yang akan mengemban amanah untuk menjalankan tugas ini dengan baik nantinya,” ucap Taufiq. (RAFIUDIN/m)








