BORNEOENWS, Kotim - Akibat gelombang di laut tinggi, ratusan nelayan yang bermukim di Desa Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), tidak dapat melaut untuk mencari ikan. Hal tersebut terjadi sejak Mei 2016 lalu hingga Akhir Juli 2016. Hampir semua warga di desa ini, bekerja sebagai nelayan. Dengan adanya cuaca seperti itu sangat berpengaruh terhadap ekonomi mereka. Apalagi diperkirakan gelombang laut tinggi hingga November 2016.
“Terpaksa untuk perahu kecil milik warga diparkirkan di pinggir pantai, maupun di sekitar rumah mereka masing-masing. Karena mereka tidak berani mencari ikan dengan kondisi gelombang laut tinggi,” ujar Kepala Desa Ujung Pandaran, Aswin Noor, Senin (1/8/2016).
Kondisi seperti itu sudah hampir setiap tahun mereka alami. Karena pencarian ikan rutin hanya bisa dilakukan sejak Desember hingga April saja dalam setahun. Sedangkan sisanya, mereka terpaksa hanya mengisi waktu dengan melakukan perawatan terhadap perahu yang digunakan, serta merajut kembali sejumlah jaring yang rusak agar bisa digunakan untuk mencari ikan.
“Memang hampir banyak nganggurnya, akibat gelombang tinggi tersebut. Sehingga hal itu sangat berpengaruh kepada pendapatan para nelayan,” ungkap Aswin.
Dengan kondisi seperti itu, Kades Aswin sudah mengusukan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Kotim, untuk dapat meperhatikan nelayan di desanya tersebut. Paling tidak, pemerintah daerah bisa memberikan pelatihan kepada warga bagaimana cara yang benar memelihara ikan ditambak. “Dengan begitu warga tetap bisa mendapatkan hasil maksimal, walaupun kondisi mereka tidak bisa melaut seperti saat ini.” (M. HAMIM/N).








