JAKARTA –
**Borneonews - Banda Aceh** Atlet angkat berat veteran, Sri Hartati, kembali membuktikan kapabilitasnya di arena olahraga. Pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang digelar di Aceh dan Sumatera Utara, Sri berhasil meraih medali emas dalam kategori angkat berat putri kelas 57 kilogram. Kompetisi ini berlangsung di GOR Seramoe, Banda Aceh, pada hari Selasa. Dalam pertandingan tersebut, Sri Hartati mencatatkan total angkatan mencapai 530 kilogram. Ia menunjukkan performa luar biasa dengan angkatan terbaik di berbagai disiplin. Angkatan squat-nya tercatat 210 kilogram, sedangkan untuk bench press, dia berhasil mengangkat 130 kilogram, dan di deadlift mencapai 190 kilogram. Perolehan ini menegaskan statusnya sebagai ratu angkat berat, yang sebelumnya telah meraih medali emas di lima edisi PON lainnya. Sri, yang kini telah berusia 40 tahun, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini. "Saya sangat bersyukur. Medali ini saya persembahkan untuk anak-anak di rumah, para pengurus, KONI Lampung, pelatih, serta semua teman yang telah mendukung saya," ujarnya. Di posisi kedua, medali perak diraih oleh lifter asal Jawa Barat, Yolanda Nur Arifah. Yolanda mencatatkan total angkatan terbaik sebesar 520 kilogram, hanya terpaut sepuluh kilogram dari Sri. Ia mencatatkan angkatan squat terbaik sebanyak 215 kilogram, bench press 127 kilogram, dan deadlift 177,5 kilogram. Medali perunggu menjadi milik Windi Astuti Halawa dari Riau, dengan catatan angkatan squat terbaik di 205 kilogram, bench press terbaik 132 kilogram, dan deadlift terbaiknya 157 kilogram. Pada kategori ini, total terdapat tujuh lifter yang berlaga untuk memperebutkan medali. Selain ketiga pemenang tersebut, ada juga empat lifter lainnya yang ikut berkompetisi, yakni Juanita Mandasari dari Kalimantan Timur, Sandra Diana Sari dari Sumatera Barat, Lilis Suryaningsih dari Kalimantan Barat, serta Siti Fadillah Siregar dari Sumatera Utara. Pertandingan ini menunjukkan persaingan yang ketat dan kualitas atlet angkat berat Indonesia yang terus berkembang. ANTARA