JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Direktur Sekolah Kajian Stratejik dan Global (SKSG) Universitas Indonesia, Athor Subroto, mengungkapkan pentingnya pembentukan forum diskusi bernama *Strategic Policy Forum*. Forum ini bertujuan untuk menghasilkan ide dan gagasan yang dapat mendukung berbagai program dalam rangka memajukan bangsa. Athor menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan langkah strategis yang diambil untuk meningkatkan *awareness* masyarakat terhadap isu-isu yang relevan. Dalam penjelasannya, Athor menekankan bahwa semua elemen masyarakat, termasuk para akademisi, harus berperan aktif dalam meraih cita-cita proklamasi, yaitu menciptakan masyarakat yang adil dan sejahtera. Dia juga menyoroti bahwa salah satu jalur yang dapat ditempuh adalah dengan mendukung program-program pemerintah, khususnya dalam kerangka mencapai Indonesia Emas 2045. Menurut Athor, kontribusi yang bisa diberikan oleh para akademisi meliputi pengajuan ide dan gagasan yang dapat memperkuat pelaksanaan program pemerintah. Dalam konteks tersebut, forum diskusi yang bertajuk "Membedah Program Strategis Pemerintah Baru dan Solusi Tantangan Menuju Indonesia Emas 2045" diselenggarakan di kawasan Salemba, UI, sebagai bagian dari upaya ini. Athor menegaskan perlunya dorongan aktif dari pihak SKSG untuk menyampaikan ide-ide dalam forum tersebut, yang merupakan bagian dari kontribusi untuk kemajuan bangsa. Melalui forum ini, Athor berharap muncul gagasan-gagasan baru yang dapat menjadi pertimbangan bagi pemerintah terpilih untuk diterapkan dalam program kerjanya. Dia juga berharap kegiatan diskusi seperti ini mampu menarik perhatian masyarakat untuk terus berkontribusi dengan pemikiran dan gagasan demi kemajuan negeri. Dengan demikian, diharapkan masyarakat dapat berperan aktif dan menjaga *endurance* dalam mendukung pemerintah sekarang maupun di masa depan, agar cita-cita proklamasi dapat segera terwujud. Forum ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat, termasuk Kepala Biro Perencanaan Kementerian Pertanian, I Ketut Kariyasa, Direktur Kerja Sama Bilateral, Rini Setiani Sutrino Modouw, Ketua Baznas RI, Noor Achmad, dan Rektor Universitas Pancasila, Marsudi Wahyu Kisworo. ANTARA