**Borneonews - Aceh Besar**, Panitia penyelenggara cabang olahraga dayung *rowing beach sprint* dalam rangka Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI, mengambil keputusan untuk menunda pelaksanaan pertandingan. Penundaan ini disebabkan oleh kondisi pasang surut air laut yang terjadi di Pantai Pulau Kapuk, Kecamatan Loknga, Kabupaten Aceh Besar, pada hari Selasa.
Dalam penjelasannya, Budiman Setiawan, selaku technical delegate cabang olahraga dayung pantai, mengungkapkan bahwa meskipun cuaca saat itu mendukung untuk lomba, keadaan air laut yang surut dan adanya tumpukan karang berpotensi membahayakan keselamatan para atlet. Oleh karena itu, dengan penuh pertimbangan, panitia mengambil langkah untuk menunda pertandingan.
Budiman, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum III di Pengurus Besar Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI), menjadwalkan kembali pelaksanaan babak perempat final untuk Rabu, 18 September 2024, pukul 06.00 WIB di lokasi yang sama, Pantai Pulau Kapuk.
Ia menjelaskan bahwa dari dua jalur yang telah disiapkan, satu di antaranya terhalang oleh karang yang dapat mengancam keselamatan para peserta kompetisi. Oleh karena alasan tersebut, panitia bersama pihak-pihak terkait sepakat untuk menunda pelaksanaan lomba demi keamanan semua kontestan.
Sebelum penundaan tersebut, panitia telah berhasil melaksanakan empat pertandingan, yang masing-masing melibatkan tim dari beberapa provinsi. Di nomor *coastal woman X1 (CWX1)*, pertandingan yang dilakukan antara lain mempertemukan Maluku dengan Sulawesi Tenggara, Papua Barat melawan tuan rumah Aceh, dan DKI Jakarta yang berhadapan dengan Sumatera Selatan, serta Sulawesi Selatan menghadapi Jambi.
Di sisi lain, salah seorang atlet rowing pantai dari DKI Jakarta, Lola Hanarina Blegur, mengungkapkan pandangannya yang positif terhadap keputusan panitia untuk menunda pertandingan. Ia menegaskan bahwa keselamatan para atlet merupakan prioritas utama yang harus diperhatikan dalam setiap kompetisi olahraga.
Lola, yang lahir pada 26 Juni 2007 dan merupakan peraih medali perak pada nomor lomba *light weight single sculls (LW1X)* dalam PON XXI, menilai bahwa keputusan untuk menunda perlombaan sudah tepat. Ia mencatat adanya karang di jalur pertandingan yang dapat menjadi ancaman serius jika dilanjutkan.
"Kita harus menunggu. Sebab mau bagaimana lagi, karena memang kondisi saat ini diwarnai badai dan sedang berada dalam fase pasang surut," jelasnya. Keputusan panitia ini diharapkan dapat menjaga keselamatan serta memastikan kesuksesan acara olahraga yang diadakan.
ANTARA
Panitia PON XXI Tunda Lomba Dayung Pantai Karena Pasang Surut
Bagikan:

PADANG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Wamen LH: Jaga Kelestarian Ekosistem Perairan Dimulai dari Daratan
Jet Tempur AS Cegat Pesawat umum Dekat Kediaman Trump di Florida
Peneliti Jepang Temukan Tutup Botol Bawa Ekosistem Laut Filipina
Wembanyama Bawa Spurs Kalahkan Mavericks 122-106
Imam Besar: Serangan Berulang ke Mekkah Bongkar Niat Kriminal Houthi
Kemenpar-BPOLBF Gandeng Agen Wisata Tiongkok Perluas Pasar Labuan Bajo
Komentar (0)
Memuat komentar…







