JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Presiden Joko Widodo atas dukungan yang telah diberikan terhadap berbagai program Muhammadiyah selama hampir satu dekade pemerintahan. Ia menyatakan bahwa kerja sama ini mencakup berbagai sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, dan kegiatan sosial. Dalam pertemuan yang berlangsung di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Haedar mengungkapkan bahwa kunjungannya merupakan bagian dari tradisi silaturahim yang telah dilakukan sejak Presiden Jokowi memulai masa jabatannya pada tahun 2014. Pada kesempatan itu, ia mengungkapkan penghargaan dan rasa hormatnya kepada kepala negara tersebut. Lebih lanjut, Haedar menjelaskan bahwa kolaborasi antara Muhammadiyah dan pemerintah telah berlangsung dengan baik, memberikan dampak positif bahkan di wilayah-wilayah yang terpencil dan tertinggal, atau yang sering disebut sebagai daerah 3T (terpencil, terluar, dan tertinggal). Ia menekankan bahwa program-program tersebut telah menjangkau berbagai daerah, termasuk Papua dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain itu, Muhammadiyah juga memberikan apresiasi terhadap pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan selama pemerintahan Presiden Jokowi, termasuk proyek pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Haedar menilai bahwa berbagai program infrastruktur tersebut sangat berarti bagi kemajuan bangsa. Dalam diskusi dengan Presiden, Haedar mengangkat isu pengembangan sumber daya manusia (SDM) serta penguasaan ilmu pengetahuan yang tinggi agar dapat bersaing di kancah global. Ia menekankan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan daya saing Indonesia masih berada di belakang negara-negara lain. "Diperlukan upaya bersama dalam meningkatkan kualitas SDM, bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga elemen masyarakat, termasuk Muhammadiyah," ujarnya. Dengan demikian, peningkatan SDM menjadi agenda strategis yang harus dibahas dan dilaksanakan ke depan. ANTARA