**Borneonews - Kabupaten Tangerang**, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Tangerang di Banten telah menerima laporan dari masyarakat mengenai dugaan praktik *money politics* menjelang tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang akan berlangsung pada tahun 2024.
Kordinator Divisi Pencegahan, Permas, dan Humas Bawaslu Kabupaten Tangerang, Ikbal Al Ambari, memberikan keterangan kepada media bahwa laporan pertama terkait dugaan pelanggaran tersebut muncul di wilayah Kecamatan Mekar Baru pada Rabu, 11 September. Laporan ini disampaikan oleh salah satu warga setempat.
Dalam aduan yang diajukan, terlampir juga sebuah video yang menunjukkan pembagian uang tunai senilai Rp20.000 dan satu liter minyak goreng oleh pasangan bakal calon bupati dan wakil bupati Tangerang, Mad Romli-Irvansyah. "Kami telah menugaskan tim Panwascam untuk melakukan penelusuran lebih lanjut mengenai dugaan praktik politik uang yang melibatkan pasangan calon tersebut," ungkapnya.
Ikbal menambahkan bahwa saat ini Bawaslu Kabupaten Tangerang tengah melakukan investigasi dan klarifikasi terhadap laporan dugaan pelanggaran pemilu tersebut. Jika hasil penyelidikan menunjukkan adanya bukti yang cukup, pihaknya akan mengambil langkah tegas sesuai dengan mekanisme hukum yang berlaku.
"Mekanisme penanganan pelanggaran yang diperlukan akan segera diterapkan," ujar Ikbal. Sebelumnya, dua praktisi hukum di Kabupaten Tangerang, Dr. Deni Umbara dan Rubani, juga melaporkan dugaan praktik politik uang kepada Bawaslu, berlandaskan pada sebaran video yang menunjukkan kegiatan tersebut.
Deni Umbara menyatakan bahwa laporan tersebut diajukan atas nama pribadi, tanpa ada keterkaitan dengan organisasi manapun atau afiliasi dengan salah satu pasangan calon. "Kami ingin memberikan edukasi kepada masyarakat Kabupaten Tangerang bahwa *money politics* adalah strategi politik yang sangat merugikan demokrasi," tambahnya.
Ia menegaskan bahwa praktik politik uang menjelang Pilkada yang serentak ini sangat memprihatinkan. Deni mengingatkan agar tidak ada pihak yang mengeksploitasi kondisi kemiskinan masyarakat demi kepentingan sesaat untuk meraih kemenangan dalam pesta demokrasi.
"Dalam keadaan sulit, banyak saudara kita yang terpaksa rela antre untuk mendapatkan minyak goreng dan uang Rp20.000. Namun, apakah kita tega untuk memanfaatkan kondisi mereka yang kurang beruntung itu?" pertanyaannya menggugah rasa kemanusiaan.
ANTARA
Bawaslu Tangerang Terima Laporan Dugaan Politik Uang Pilkada 2024
Bagikan:

BANTEN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
BI Kalteng Ingatkan Bahaya Jual Beli Rekening dan QRIS
Kebobolan pada Menit Akhir, Persela Ditahan Imbang De Red FC 2-2
Erick Thohir Berikan Surat Dukungan kepada Presiden FIFA
Gol Pablo Comitre Gagalkan Kemenangan Bali United di Markas Persita
Amri/Nita Petik Pelajaran Berharga Setelah Terhenti di French Open
Pelatih Minta Persebaya Bermain Agresif saat Hadapi Madura United
Komentar (0)
Memuat komentar…







