JAKARTA –
**Borneonews - Medan**, Pelatih tim biliar Kalimantan Barat, Noor Fathulliansya, mengungkapkan harapannya agar cabang olahraga biliar tetap dipertandingkan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 mendatang. Pernyataan ini disampaikan saat konferensi pers di Pardede Hall, di hadapan awak media. Dalam ucapannya, Fathulliansya menyoroti bahwa pada PON 2028 yang akan berlangsung di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB), biliar tidak tergolong ke dalam daftar cabang olahraga yang akan dipertandingkan. Ia berharap agar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat memberikan perhatian khusus dan mempertimbangkan untuk memasukkan biliar sebagai salah satu cabang yang dipertandingkan. Fathulliansya menjelaskan bahwa Kalimantan Barat dikenal menghasilkan banyak atlet biliar yang telah meraih prestasi terbaik di tingkat nasional dan internasional. Ia menyebutkan salah satu namanya, Sahroni, yang berhasil meraih medali emas pada nomor *8 ball single* putra di PON Aceh-Sumut 2024. Dia menekankan bahwa para pebiliar, termasuk Sahroni dan atlet dari provinsi lainnya, tentu menginginkan kesempatan untuk terus berkompetisi dan meraih prestasi di ajang PON sebagai salah satu event olahraga paling bergengsi di Indonesia. Oleh karena itu, dia berharap agar cabang biliar tetap tidak terabaikan dalam ajang PON 2028 yang akan datang. Fathulliansya juga menyatakan bahwa PON merupakan momen yang sangat strategis untuk kompetisi, sekaligus sebagai sarana pembinaan dan seleksi bagi atlet biliar terbaik di Indonesia agar siap bersaing di level internasional. Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa biliar juga akan menjadi salah satu cabang yang dipertandingkan di *SEA Games*. Jika cabang ini tidak ada di PON, maka hal itu tentunya akan merugikan pengembangan olahraga biliar di tanah air. Pada PON Aceh-Sumut 2024 yang akan berlangsung dari tanggal 9 hingga 19 September, cabang olahraga biliar akan memainkan lima kelas yang mencakup *pool* putra, *pool* putri, *carom*, *english billiard*, dan *snooker*. Kompetisi ini akan melibatkan 127 atlet putra dan 14 atlet putri yang berasal dari 32 provinsi di Indonesia, termasuk Bali, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan lainnya. Dengan dukungan dari semua pihak, diharapkan olahraga biliar dapat terus berkembang dan berkontribusi pada prestasi sekaligus kebanggaan Indonesia di pentas internasional. ANTARA