**Borneonews - Lebak**, Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak mengingatkan petani untuk lebih waspada terhadap serangan hama *wereng batang coklat* (WBC) yang dapat mengancam tanaman padi. Langkah ini diambil untuk menjaga ketahanan pangan di daerah tersebut agar tetap terjaga.
Kepala Bidang Produksi Dinas Pertanian Kabupaten Lebak, Deni Iskandar, menjelaskan bahwa pihaknya telah menjalin kerjasama dengan Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) Kementerian Pertanian serta UPTD BPTPHP Provinsi Banten dalam upaya pengendalian hama WBC. Hal ini dilakukan untuk mencegah dampak negatif dari hama tersebut pada produksi padi.
Petani di Kabupaten Lebak saat ini tengah berupaya meningkatkan Luas Tambah Tanam (LTT) untuk meningkatkan hasil panen sesuai dengan arahan dari Menteri Pertanian, Amran Sulaiman. Dalam rangka menghadapi risiko hama WBC, Distan Lebak aktif mendorong penerapan gerakan pengendalian yang meliputi penggunaan pestisida, terutama yang berbasis nabati.
Pencegahan serangan hama WBC menjadi fokus utama dalam kolaborasi dengan BBPOPT dan UPTD BPTPHP untuk melakukan langkah-langkah pencegahan secara proaktif. Penyebaran hama ini diakui menjadi persoalan serius bagi para petani, karena dapat mengakibatkan pengurangan hasil panen bahkan menyebabkan gagal panen.
Sebagai bentuk edukasi kepada petani, pihak Distan Lebak melaksanakan bimbingan teknis (Bimtek) mengenai pengendalian WBC, serta memberikan pendampingan dan penyuluhan. Upaya ini bertujuan untuk memberi wawasan kepada petani tentang pentingnya mewaspadai penyebaran hama WBC yang dapat meningkat jika kondisi cuaca mendukung, misalnya saat curah hujan tinggi yang membawa suhu lembab.
Deni menambahkan bahwa dengan diperkirakan akan berlangsungnya musim hujan pada bulan September hingga Desember, risiko serangan hama WBC pun meningkat. Untuk itu, Distan juga mengoptimalkan penggunaan alat pompa untuk irigasi dan melakukan pengajuan bantuan pestisida berbasis nabati kepada provinsi dan pusat.
Ia berharap agar para petani dapat mengendalikan serangan hama ini dengan baik, sehingga terhindar dari kemungkinan gagal panen. Hal ini menjadi semakin penting setelah kejadian di Desa Tambakbaya, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Lebak, di mana terjadi penurunan hasil panen dari yang biasanya mencapai 6 ton gabah basah per hektare, kini berkurang menjadi hanya 4,5 ton per hektare akibat serangan hama WBC.
Deni pun mengimbau agar petani segera berkoordinasi dengan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) setempat jika mereka menemukan tanda-tanda serangan hama WBC pada tanaman mereka, sehingga langkah penanganan dapat segera dilakukan.
ANTARA
Waspadai Hama Wereng Batang Coklat, Pentingnya Koordinasi Petani
Bagikan:

BANTEN –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Ribuan Pesepak Bola Muda Perebutkan Piala Ketua DPD RI
Trae Young Targetkan Wizards Bersaing ke playoff NBA
Penipu Galang Dana Karhutla Raup Rp8 Juta Dibekuk
Pertamina Tambah Pasokan BBM dan Operasional SPBU
Bawa Tongkat Komando Berisi Belati ke DPRD Kalsel, Pria 47 Tahun Diamankan Polisi
TNI-Polri Kedepankan Pendekatan Dialogis dalam Mengamankan Dogiyai
Komentar (0)
Memuat komentar…







