BATAM –
**Borneonews - Batam**, Pemerintah Kota Batam, yang terletak di Kepulauan Riau, mencatat bahwa sebanyak 2.519 calon peserta telah berhasil menyelesaikan proses pendaftaran melalui aplikasi *SSCASN* 2024. Mereka bersaing untuk memperebutkan 86 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan pemkot setempat. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Hasnah, mengungkapkan bahwa jumlah total pendaftar untuk Pemkot Batam mencapai 2.856 orang, namun hanya 2.519 pendaftar yang secara resmi melakukan *submit* aplikasi mereka. Tahapan seleksi berikutnya dijadwalkan berlangsung dari tanggal 17 hingga 19 September, yang akan berfokus pada proses seleksi administrasi. "Pengumuman hasil seleksi administrasi akan kami sampaikan setelah pelaksanaan tahapan ini," jelas Hasnah. Salah satu informasi menarik yang disampaikan oleh Hasnah adalah bahwa formasi yang paling menarik perhatian para pelamar CPNS 2024 di Batam adalah posisi di Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), yang mendapat total pendaftar sebanyak 424 orang. Pada tahun 2024, Pemkot Batam juga memberikan perhatian khusus dengan membuka dua formasi untuk penyandang disabilitas. Formasi tersebut akan ditempatkan di Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsos PM) serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). "Satu formasi akan dialokasikan untuk Dinsos PM, sementara satu formasi lainnya akan tersedia di Disdukcapil," tambahnya. Hasnah juga menyampaikan bahwa dalam kebijakan seleksi CPNS untuk tahun anggaran 2024, terdapat penekanan khusus pada formasi yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas serta lulusan dengan predikat cumlaude. Dalam keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 320 Tahun 2024, telah ditetapkan dua posisi yang diperuntukkan bagi penyandang disabilitas di Kota Batam. Ia menegaskan bahwa seluruh proses penerimaan CPNS tidak memungut biaya kepada para pelamar. "Kami mengimbau agar masyarakat tidak mempercayai individu atau pihak tertentu yang mengaku dapat membantu kelulusan dengan meminta sejumlah uang atau imbalan lainnya," jelas Hasnah, menekankan pentingnya transparansi dalam proses seleksi. ANTARA