JAKARTA –
**Borneonews - Kabupaten Tangerang**, Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memperkuat gerakan Bangga Buatan Indonesia melalui penyelenggaraan acara yang dinamai Temu Bisnis Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) VIII. Acara ini berlangsung pada tanggal 17 hingga 18 September 2024. Dengan mengusung tema "Membangun Ekosistem Ekonomi Digital untuk Produk Lokal," acara ini berfokus pada pengembangan produk lokal dengan memanfaatkan teknologi digital. Harapannya, produk-produk tersebut dapat bersaing lebih baik di pasar global yang semakin kompetitif. Menteri Komunikasi dan Informatika, Budi Arie Setiadi, menyampaikan bahwa inti dari kegiatan ini adalah mendorong belanja pemerintah, baik di tingkat pusat melalui kementerian dan lembaga, maupun di tingkat daerah, untuk lebih banyak menggunakan produk dalam negeri. Ia mengajak semua pihak untuk menanamkan rasa bangga terhadap produk buatan Indonesia. Dalam laporan pembukaan acara ini, Budi Arie mengungkapkan bahwa target belanja produk dalam negeri oleh kementerian dan lembaga untuk tahun 2024 diperkirakan mencapai angka Rp778 triliun. Namun, hingga tanggal 14 September 2024, realisasi yang didapat baru mencapai Rp436,74 triliun. Dengan demikian, masih terdapat dana yang belum teralokasi sebanyak Rp341,63 triliun yang diharapkan bisa digunakan untuk memperbanyak pembelian produk lokal hingga akhir Desember 2024. Acara Temu Bisnis P3DN VIII, yang diselenggarakan berkat kerjasama antara Kemenkominfo dan Kementerian Pertanian, diharapkan dapat menghasilkan belanja produk dalam negeri sebesar Rp186 triliun. Ini melibatkan 15 kementerian dan lembaga, serta 10 provinsi yang memiliki anggaran terbesar pada saat ini. Lebih jauh, Budi Arie juga mengaitkan acara tersebut dengan visi pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Terpilih Prabowo Subianto. Visi yang dikenal sebagai "Asta Cita 5" ini bertujuan untuk mempercepat hilirisasi dan industrialisasi yang juga menekankan pentingnya peningkatan nilai tambah dalam negeri. Ia mengingatkan bahwa program-program yang rutin mendorong dan memperkenalkan produk lokal perlu terus dilaksanakan. "Program temu bisnis semacam ini sangat penting untuk dilanjutkan demi mencapai misi tersebut. Dengan peningkatan penggunaan produk dalam negeri, diharapkan industri dapat berkembang dan memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto minimal sebesar 30 persen," ungkap Budi Arie. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, juga menambahkan bahwa Temu Bisnis P3DN VIII merupakan bagian dari program yang dapat diteruskan oleh pemerintahan mendatang. Ia berpendapat bahwa program ini akan memperkuat digitalisasi dalam pengadaan barang dan jasa di dalam negeri. Ia memberikan apresiasi kepada semua pihak yang terlibat dalam pengembangan *e-katalog*. Luhut menyatakan, "Awalnya, *e-katalog* ini hanya memiliki 50.000 *item*, namun kini telah berkembang pesat menjadi 9,4 juta *item*. Ini menunjukkan bahwa digitalisasi dapat mengakselerasi produk dalam negeri." "Di akhir masa pemerintahan ini, saya ingin ada evaluasi baik untuk rekan-rekan di pusat maupun daerah. Hal ini sangat membanggakan, dan saya rasa ini akan menjadi salah satu warisan dari pemerintahan saat ini yang akan diteruskan oleh pemerintahan mendatang," tutup Luhut. ANTARA