JAKARTA –
**Borneonews - Istanbul**, Kremlin memberikan tanggapan terkait laporan mengenai kemungkinan adanya keterkaitan antara Ukraina dengan dugaan percobaan pembunuhan terhadap mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang juga merupakan calon presiden dari Partai Republik. Juru Bicara Kremlin, Dmitry Peskov, menyatakan bahwa tanggung jawab utama mengenai isu ini seharusnya dipikul oleh intelijen Amerika Serikat. Peskov menekankan bahwa tindakan berisiko seperti ini dapat menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan. Ia juga mengungkapkan bahwa Rusia terus mengikuti perkembangan situasi di Amerika Serikat, yang saat ini ia anggap cukup tegang, terutama menjelang pemilihan presiden. Mengenai tuduhan keterlibatan Rusia dalam situasi tersebut, Peskov dengan tegas membantahnya. Berdasarkan laporan dari Biro Investigasi Federal (FBI), Donald Trump dilaporkan menjadi target dari percobaan pembunuhan saat berada di klub golfnya yang terletak di West Palm Beach, Florida. Sumber-sumber penegak hukum di Florida menjelaskan bahwa mereka telah menangkap seorang individu yang terpantau oleh agen Dinas Rahasia AS. Pria tersebut ditemukan berada di luar klub golf dengan membawa sebuah senapan serbu yang dirancang menyerupai AK-47. Individu itu diketahui bernama Ryan Wesley Routh, berusia 58 tahun, dan berasal dari Hawaii, menurut laporan yang diberitakan oleh *The New York Times* dan *Fox News*. Routh sendiri mengungkapkan kepada *The New York Times* bahwa ia berangkat ke Ukraina pada bulan Februari 2022, bersamaan dengan dimulainya apa yang disebutnya sebagai "operasi militer khusus" oleh Rusia, dan niatnya adalah untuk mengajak orang-orang berjuang demi negara Ukraina. ANTARA