JAKARTA –
**Borneonews - Medan**, DKI Jakarta dan Jawa Tengah berhasil berbagi medali emas dalam nomor *kata beregu* putri pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Aceh-Sumatera Utara 2024. Pertandingan ini dilangsungkan di Universitas Negeri Medan, Deli Serdang, pada hari Selasa. Tim DKI Jakarta yang diperkuat oleh Emilia Sri Hanandyta, Dian Monica Nababan, dan Beatrix Helena Pangemenan, berhasil meraih medali emas setelah menaklukkan tim Sulawesi Selatan yang terdiri dari Maghfira Syamsul Alam, Nur Rizka Fauziah, dan Nadya Baharuddin dalam laga final. Dengan keberhasilan ini, DKI Jakarta menandai kemenangan yang signifikan di ajang bergengsi ini. Sementara itu, medali perunggu pada kategori *kata beregu* putri diraih oleh tim dari Jawa Tengah dan Jawa Timur. Di kategori *kata beregu* putra, Jawa Tengah berhasil meraih gelar juara dengan menampilkan performa gemilang dari para atletnya. Detrina Sabda Nugraha, Christopher Edbert Setiabudi, dan Agyvan Rizky Pradana berkontribusi positif untuk menjadikan Jawa Tengah sebagai juara dalam nomor ini. Jawa Tengah mengalahkan tim Banten yang terdiri dari Nicky Hardiana Caesar, Abyan Al Fadhil, dan Rahmatullah Bagus Putra. Sementar itu, medali perunggu di kategori *kata beregu* putra dibagi antara tuan rumah Sumatera Utara dan DKI Jakarta. Kemenangan DKI Jakarta menjadi pencapaian pertama mereka di ajang PON 2024, setelah sebelumnya pada hari pertama kompetisi, mereka hanya mampu mengantongi dua medali perak dan satu perunggu. Begitu pula dengan Jawa Tengah, keberhasilan ini merupakan medali emas perdana mereka dalam cabang karate di PON. Panitia pelaksana cabang olahraga karate memastikan bahwa seluruh wasit yang bertugas di PON 2024 telah memiliki lisensi nasional. Ketua Panitia Pelaksana Cabang Olahraga Karate, Zulkarnaen Purba, menegaskan bahwa semua wasit yang terlibat telah bersertifikat nasional. Zulkarnaen juga menambahkan bahwa sebanyak 68 wasit akan dilibatkan dalam kompetisi yang berlangsung mulai Senin hingga Kamis. Kehadiran wasit dengan lisensi nasional ini diharapkan dapat memastikan bahwa proses penilaian berjalan secara fair dan transparan, sehingga semua pihak menerima hasil dengan lapang dada. ANTARA