JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mengalami penguatan pada perdagangan hari Selasa, mendekati pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) untuk bulan September 2024 yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 18 September. Di penutupan perdagangan, rupiah tercatat naik sebanyak 67 poin, setara dengan 0,43 persen, sehingga nilainya mencapai Rp15.335 per dolar AS, beranjak dari posisi sebelumnya yang berada di Rp15.402 per dolar AS. Analis Bank Woori Saudara, Rully Nova, menjelaskan bahwa dalam pertemuan RDG BI kali ini, diperkirakan suku bunga akan tetap dipertahankan pada level 6,25 persen. Penahanan suku bunga tersebut menunjukkan bahwa meskipun deflasi telah terjadi secara beruntun selama empat bulan terakhir, penurunan suku bunga masih tergantung pada prasyarat tertentu. Penguatan nilai rupiah juga didorong oleh data surplus perdagangan Indonesia pada bulan Agustus 2024, yang menunjukkan angka lebih baik dibandingkan surplus bulan Juli 2024. Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, neraca perdagangan selama bulan Agustus mencatat surplus sebesar 2,90 miliar dolar AS, yang terutama berasal dari sektor nonmigas dengan kontribusi mencapai 4,34 miliar dolar AS. Dengan pencapaian tersebut, Indonesia telah mencatat surplus neraca perdagangan selama 52 bulan berturut-turut sejak Mei 2020. Surplus pada bulan Agustus ini didorong oleh komoditas nonmigas, di mana bahan bakar mineral, lemak dan minyak nabati serta hewan, serta besi dan baja merupakan penyumbang utama. Di sisi lain, pasar juga menantikan hasil pertemuan bank sentral Amerika Serikat, *The Fed*, yang akan diadakan pada Kamis malam, 19 September. Diperkirakan, dalam pertemuan tersebut, *The Fed* hanya akan menurunkan suku bunga sebanyak 25 basis poin, yang menjadi salah satu faktor menentukan bagi Bank Indonesia dalam memutuskan kebijakan suku bunga. Sementara itu, Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia pada hari Selasa mencatatkan peningkatan ke level Rp15.338 per dolar AS, naik dari sebelumnya yang berada di angka Rp15.405 per dolar AS. ANTARA