**Borneonews - Mukomuko**, Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VII yang berlokasi di Bengkulu, mengambil langkah cepat dengan merencanakan penanganan darurat untuk mencegah terjadinya longsor di sepanjang Sungai Manjuto, yang terletak di Desa Pondok Panjang, Kabupaten Mukomuko.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Mukomuko, Apriansyah, menjelaskan bahwa pihak BWSS sudah menyusun rencana untuk mengalihkan alur air sungai ke sisi kanan. Langkah ini diharapkan dapat mencegah terjadinya longsor pada dinding tebing yang saat ini sangat rentan. Penanganan ini diungkapkan oleh Apriansyah setelah koordinasi dengan BWSS VII mengenai bencana alam yang telah terjadi dalam dua hari terakhir di Sungai Air Manjuto.
Dampak dari longsor ini cukup serius, dengan 15 rumah di lokasi terancam tergerus dan sebagian warga terpaksa mengungsi akibat kondisi yang memburuk. Lebih jauh lagi, ancaman terhadap masyarakat semakin meningkat seiring dengan adanya erosi yang terjadi pada tebing dekat jalan provinsi akibat arus sungai yang terus menerus menggerusnya.
Apriansyah menambahkan bahwa upaya pengalihan alur sungai yang dilakukan saat ini hanya merupakan penanganan sementara. Pembangunan bronjong di area tebing longsor dianggap tidak memungkinkan karena tidak adanya tanah keras yang dapat menahan struktur bronjong tersebut. Jika bronjong dipasang, kemungkinan besar akan tenggelam.
Sebagai solusi jangka panjang, dari hasil perencanaan, pihak BWSS telah mengusulkan pembangunan pengaman sungai secara permanen yang direncanakan dilakukan pada tahun 2025. Sebelum melaksanakan pembangunan ini, diperlukan kajian mendalam terlebih dahulu serta pengajuan anggaran kepada Pemerintah Pusat.
Sementara itu, sebagai langkah tanggap darurat, Dinas PUPR Mukomuko, Dinas Perkim, dan BPBD telah melaksanakan peninjauan serta survei lokasi yang terdampak. Hasil dari survei tersebut memberikan rekomendasi untuk mengeluarkan status tanggap darurat dari Bupati setempat.
Apriansyah juga menyatakan bahwa pihaknya telah mengundang perwakilan BWSS untuk melakukan kajian lebih lanjut mengenai langkah penanganan sementara. Namun, dari laporan yang diterima, pihak BWSS menyatakan bahwa hasil survei menunjukkan bahwa penanganan sementara tidak memungkinkan untuk dilakukan di lokasi yang terdampak longsor tersebut.
ANTARA
Penanganan Darurat Longsor di Sungai Manjuto Mukomuko
Bagikan:

BENGKULU –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pertamina Larang Pembelian Pertalite Berulang untuk Dijual Kembali
Aston Martin Gunakan Livery Spesial di GP Amerika Serikat
BRI Siapkan Buyback Saham Rp1 Triliun di Tengah Gejolak Pasar Modal
Bank Mandiri Beri Nilai Tambah ke Pemegang Saham Lewat Dividen-Buyback
Klinik Bersalin di Palangka Raya Bisa Terbitkan KIA hingga Perubahan KK untuk Anak Baru Lahir
Maidi Divonis 5 Tahun dalam Perkara Pemerasan Berkedok CSR
Komentar (0)
Memuat komentar…







