PALANGKARAYA –
**Borneonews - Kuala Kapuas**, Gubernur Kalimantan Tengah, Sugianto Sabran, menegaskan dukungannya untuk mengembangkan kawasan tambak udang di Kabupaten Kapuas. Ia berkeyakinan bahwa kesuksesan proyek tambak udang jenis *vaname* yang telah dilaksanakan di Kabupaten Sukamara dapat menjadi acuan yang sangat relevan untuk diterapkan di Kapuas. "Saya percaya bahwa model yang telah terbukti berhasil ini akan dapat diterapkan di Kapuas. Pemerintah provinsi berkomitmen untuk menyediakan anggaran yang diperlukan demi merealisasikan proyek ini," ungkapnya saat berada di Kuala Kapuas. Pengembangan sektor perikanan, menurut Gubernur, sangat penting mengingat perannya sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan upaya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir. Proyek tambak udang di Kabupaten Kapuas direncanakan akan dibagi menjadi 20 klaster yang diharapkan dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap perekonomian lokal. Diharapkan keberadaan kawasan tambak ini tidak hanya akan menjadi sumber PAD baru bagi Kabupaten Kapuas, tetapi juga mampu meningkatkan penghasilan masyarakat pesisir serta memperbaiki kesejahteraan para pelaku usaha di bidang perikanan. "Dengan proyek ini, kami berharap Kapuas dapat menjadi salah satu pusat produksi udang *vaname* yang terkemuka di Kalteng. Ini akan menciptakan banyak lapangan kerja dan memperkuat sektor perikanan di daerah kami," tambahnya. Menanggapi hal ini, Penjabat Bupati Kapuas, Darliansjah, menyatakan kesiapannya untuk mendukung penuh rencana tersebut. Ia percaya bahwa pembangunan kawasan tambak udang sangat penting untuk memajukan perekonomian kabupaten. "Kami mengapresiasi perhatian besar yang diberikan oleh Gubernur Kalteng. Dalam waktu dekat, kami akan segera menyiapkan segala dokumen yang diperlukan agar proyek ini dapat segera dilaksanakan," imbuhnya. Darliansjah juga meyakini bahwa dengan kerjasama yang harmonis antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan pemerintah pusat, percepatan pembangunan sektor kelautan dan perikanan di daerah yang dijuluki 'Kota Air' (Aman, Indah, dan Ramah) ini bisa diwujudkan. Dengan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Kalteng, ia berharap pembangunan kawasan *shrimp estate* di Kabupaten Kapuas bisa tidak hanya meningkatkan produksi udang *vaname*, tetapi juga menjadi contoh keberhasilan dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan. "Proyek ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, terutama di daerah pesisir, serta memperkuat posisi Kapuas sebagai kawasan unggulan dalam sektor perikanan di Kalimantan Tengah," tutup Darliansjah, yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Tengah. ANTARA