KUPANG –
**Borneonews - Kupang**, Sebanyak 350 personel dari TNI Angkatan Darat, yang berasal dari satuan Yonif 741/Garuda Nusantara dan Satgaspur Yonarhanud 151/Dahana Bhaladika Yudha, telah diterjunkan ke perbatasan antara Indonesia dan Republik Demokratik Timor Leste. Penugasan ini bertujuan untuk menjaga dan memastikan keamanan di wilayah perbatasan tersebut. Dalam penyampaiannya, Komandan Korem 161/Wirasakti, Brigadir Jenderal TNI Joao Xavier Nunes, mengharapkan agar seluruh prajurit yang terlibat dalam Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-RDTL melaksanakan tugas mereka dengan sebaik-baiknya. Ia menekankan pentingnya menjaga situasi dan kondisi wilayah perbatasan agar tetap aman dan kondusif. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Danrem saat menyambut kedatangan personel Satgas Pamtas di Lantamal VII Kupang. Dalam kesempatannya, ia menambahkan bahwa dalam Satgas tersebut juga terdapat Satuan Tugas Intelijen serta Satuan Tugas Bantuan. Lebih lanjut, Danrem menginformasikan bahwa Satgas Yonarhanud 15/DBY akan mengambil alih posisi yang sebelumnya diemban oleh Yonkav 6/NK di sektor barat, sementara Satgaspur Yonif 741/GN akan menggantikan Yonif 742/SWY di sektor timur. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan tugas operasi merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan, karena tidak semua prajurit TNI memiliki kesempatan untuk ditugaskan di daerah operasi. "Untuk itu, saya mengingatkan agar setiap personel menjalani tanggung jawab dengan penuh keseriusan dan menghindari pelanggaran sekecil apa pun," tegasnya. Di samping itu, Danrem juga menekankan pentingnya komitmen untuk keberhasilan dalam pelaksanaan tugas dan pengelolaan masalah yang mungkin muncul. Setelah apel penyambutan, semua anggota Satgas Pamtas diinstruksikan untuk segera melaksanakan pergeseran pasukan menuju pos masing-masing. "Patuhi prosedur yang berlaku dan utamakan faktor keamanan dalam setiap kegiatan," ujarnya dengan tegas. Dalam perbincangan dengan awak media setelah apel, Danrem menyatakan bahwa ia telah menginstruksikan para komandan unit untuk segera memulai pekerjaan dan memanfaatkan lahan yang ada. Ia mengharapkan agar dalam waktu tiga bulan, lahan yang kering tersebut sudah ditanami dengan berbagai hasil pertanian, seperti tomat, cabai, dan sayuran lainnya. "Yang kalian tanam ini bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk kepentingan masyarakat di perbatasan. Oleh karena itu, laksanakanlah dengan tulus," pesannya. Mengenai situasi keamanan di wilayah perbatasan, Danrem menyatakan bahwa saat ini kondisinya berada dalam keadaan aman dan terkendali, tanpa adanya ancaman yang perlu dikhawatirkan. ANTARA