JAKARTA –
**Borneonews - Jakarta**, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia dan Menteri Negara untuk Pembangunan Britania Raya baru-baru ini menandatangani sebuah nota kesepahaman (MoU) terkait pengembangan berkelanjutan dan ekonomi hijau di Jakarta pada hari Selasa. "Dalam kerjasama ini, fokus utama kami adalah pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (*Sustainable Development Goals*)," ungkap menteri terkait. Ia menambahkan bahwa *SDGs* mencakup berbagai isu penting, seperti emisi karbon, kesetaraan gender, pembangunan infrastruktur, dan berbagai aspek lainnya. Menteri tersebut juga mengungkapkan bahwa kementeriannya bersama dengan Kementerian Luar Negeri, Persemakmuran, dan Pembangunan Britania Raya telah menjalin kerjasama pada berbagai hal, termasuk pendanaan untuk proyek pembangunan. "Saya sangat senang dengan penandatanganan MoU ini, yang akan berlaku selama lima tahun ke depan. Semoga kerjasama ini dapat mendorong para pelaku bisnis dari Inggris dan Indonesia untuk berkolaborasi dalam aspek dan sektor tertentu," tambahnya. Sementara itu, Menteri Britania Raya mengemukakan bahwa kerjasama ini merupakan upaya bersama kedua pemerintahan dalam mencapai target emisi nol bersih. Ia menekankan banyaknya peluang kolaborasi yang dapat dipromosikan untuk meningkatkan pembangunan manusia serta mencapai target emisi tersebut. Meskipun terpisah oleh jarak geografis yang cukup jauh, Indonesia dan Britania Raya telah menemukan kesamaan melalui nilai-nilai yang dibagikan dan visi untuk kemajuan bersama. Lebih lanjut, kedua pemerintah juga telah menjajaki peluang untuk bekerja sama dalam mendukung Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional yang ada. ANTARA